Tampilkan postingan dengan label EURO 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EURO 2012. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2012

Spanyol Juara Piala Eropa 2012

Sikat Italia, Spanyol Pertahankan Gelar
 Italia yang bermain dengan sepuluh orang gagal menghentikan ambisi Spanyol mencatatkan sejarah juara tiga kali berturut-turut di turnamen besar.

Spanyol masih memperlihatkan tim terkuat di Eropa saat ini setelah tampil sebagai kampiun Piala Eropa 2012 dengan mengalahkan Italia 4-0 di pertandingan final di Stadion NSK Olimpijs'kyj, Kiev, Senin (2/7) dinihari WIB.

Sukses itu membuat Spanyol mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mampu tampil sebagai juara di tiga turnamen besar secara berturut-turut. Sebelumnya, Spanyol menjadi kampiun di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.


Permainan Spanyol dan Italia berlangsung menarik, dan terjadi jual beli serangan, terutama di babak pertama. Spanyol sudah unggul 2-0 di babak pertama lewat gol David Silva dan Jordi Alba.

Italia berusaha mengejar ketertinggalan di babak kedua. Namun tim besutan Cesare Prandelli ini mengalami kesulitan untuk mengejar ketertinggalan mereka setelah hanya bermain dengan sepuluh orang di pertengahan babak kedua. Akibatnya, Spanyol dapat menambah satu gol lagi melalui dua pemain pengganti Fernando Torres dan Juan Mata.

Babak Pertama

Spanyol dan Italia mengawali laga dengan permainan cepat. Italia terlebih dahulu memberikan tekanan ke pertahanan Spanyol, namun dapat dimentahkan barisan belakang lawan.

Sang juara bertahan memberikan respon dengan melakukan tekanan ke pertahanan Italia. Pada menit kesepuluh, Xavi melepaskan tendangan keras yang masih melambung tipis di atas mistar gawang Gianluigi Buffon.

Setelah melakukan tekanan bertubi-tubi ke pertahanan Italia, Spanyol akhirnya unggul lebih dulu di menit ke-14. Menerima umpan dari tengah, Cesc Fabregas menusuk pertahanan Italia dari sisi kanan sebelum memberikan ympan ke depan gawang Buffon. David Silva langsung menyambar bola dengan tandukannya yang membuat Buffon tidak berdaya.

Italia memberikan respon, dan melakukan tekanan ke pertahanan Spanyol. Italia mendapatkan tendangan bebas setelah Mario Balotelli dilanggar pada menit ke-16. Tapi Andrea Pirlo melambung di atas mistar gawang.

Pergantian pemain terpaksa dilakukan Italia dengan menarik keluar Giorgio Chiellini yang mendapat cedera di kaki kanan. Cesare Prandelli lalu memasukkan Federico Balzaretti di menit ke-22.

Peluang diperoleh Italia melalui Balotelli pada menit ke-25, tapi umpan silang dari sisi kiri pertahanan Spanyol dapat ditepis kiper Iker Casillas sebelum disambar kepala ujung tombak Azzurri itu. Selang dua menit kemudian, giliran Antonio Cassano yang menguji Casillas.

Ancaman kembali dihadirkan Italia di pertahanan Spanyol untuk menyamakan kedudukan. Cassano melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi dapat ditinju Casillas pada menit ke-32.

Keasyikan menyerang, pertahanan Italia lengah. Spanyol sukses menggandakan keunggulannya pada menit ke-42 setelah Jordi Alba yang menerima umpan Xavi selanjutnya memperdayai Buffon. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak Kedua

Italia melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Antonio Di Natale, dan menarik keluar Cassno. Tertinggal dua gol, Italia langsung melakukan tekanan ke pertahanan Spanyol. Namun tim Matador justru yang lebih dulu menghadirkan ancaman. Pergerakan Fabregas membuat pertahanan Italia harus bekerja keras.

Balotelli yang diharapkan dapat memecahkan kebuntuan Italia belum memperlihatkan tajinya akibat mendapat pengawalan ketat dari barisan belakang Spanyol. Namun lini kedua mulai aktif melakukan tusukan ke jantung pertahanan Spanyol.

Peluang diperoleh Italia pada menit ke-51 melalui Di Natale, tapi dapat diamankan Casillas. Kiper Real Madrid ini menepis tendangan bebas Pirlo di menit ke-57. Balotelli segera menyambut bola muntah, tapi tendangannya melebar. Rasa frustrasi mulai terlihat di wajah Balotelli.

Italia selanjutnya melakukan pergantian pemain kembali dengan memasukkan Thiago Motta, dan menarik keluar Riccardo Montolivo. Laga berjalan satu jam, giliran Spanyol menarik keluar Silva, dan memasukkan Pedro.

Namun pergantian Montolivo dengan Motta ternyata membawa malapetaka bagi Italia. Motta yang baru beberapa menit menginjakkan kaki di lapangan mengalami cedera, dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Akibatnya, Italia hanya bermain dengan sepuluh orang, karena sudah melakukan tiga kali pergantian pemain.

Unggul jumlah pemain membuat Spanyol terlihat nyaman memainkan bola. Sebaliknya, Italia mengalami kesulitan untuk keluar dari tekanan La Furia Roja. Praktis permainan hanya berlangsung setengah lapangan, karena Italia lebih memperkuat barisan belakang sambil sesekali mencoba melakukan serangan balik.

Unggul dua gol tidak menghentikan Spanyol menekan pertahanan Italia. Pelatih Vicente del Bosque memasukkan Fernando Torres, dan menarik keluar Fabregas. Kepercayaan itu langsung dibayar Torres dengan mencetak gol ketiga bagi Spanyol setelah menerima umpan dari Xavi di menit ke-83.

Spanyol pun memasukkan Juan Mata dan menarik keluar Iniesta pada menit ke-88. Mata pun langsung memberikan kontribusi dengan melesakkan gol keempat selang satu menit kemudian hasil kerja sama dengan Torres. Skor ini bertahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.

Berikut starting line up kedua tim:
Spanyol (4-3-3): Casillas; Arbeloa, Ramos, Pique, Jordi Alba; Xavi, Xabi Alonso, Busquets; Iniesta, Fabregas, Silva
Subs: Valdes, Reina, Albiol, Javi Martinez, Juanfran, Cazorla, Jesus Navas, Pedro, Torres, Negredo, Mata, Llorente

Italia (4-3-1-2): Buffon; Abate, Barzagli, Bonucci, Chiellini; De Rossi, Pirlo, Marchisio; Montolivo; Cassano, Balotelli
Subs: Sirigu, De Sanctis, Ogbonna, Balzaretti, Thiago Motta, Giaccherini, Giovinco, Nocerino, Di Natale, Borini, Diamanti



FOKUS: Gelar Juara Tegaskan Dominasi Spanyol
Hampir di setiap elemen kompetisi, Spanyol tampil mendominasi.
Trofi juara Euro 2012 akhirnya diserahterimakan dari Michel Platini ke Iker Casillas.

Ya, kapten Real Madrid itu menjadi orang pertama yang mengangkat trofi juara setelah berhasil membawa Spanyol menjadi yang terbaik di 'Benua Biru'.

Di babak final di Kiev, Ukraina, Senin (2/7) dinihari tadi WIB, Spanyol menundukkan Italia dengan skor 4-0. David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres dan Juan Mata bergantian melesakkan bola ke gawang Gianluigi Buffon dengan cara mereka sendiri.


Kemenangan dengan skor besar sudah menegaskan kualitas Spanyol, yang untuk sementara ini, jauh lebih baik dari Italia dan tim lain yang ada di Eropa.

Dan dilihat dari catatan statistik UEFA, semakin nyata bahwa Spanyol memang layak dinobatkan sebagai yang terbaik di turnamen ini.

Dari jumlah gol, Spanyol menjadi tim dengan produktivitas terbaik. 12 gol dilesakkan skuat asuhan Vicente Del Bosque, dengan Fernando Torres yang paling banyak menyumbangkan gol dengan tiga bola.

Rata-rata jumlah gol Spanyol hanya bisa disaingi Jerman, yang hingga laga kelima berhasil melesakkan sepuluh gol. Jerman dan Spanyol sama-sama mengoleksi rata-rata dua gol.


DOMINASI SPANYOL


Untuk gol kemasukan, gawang Iker Casillas juga menjadi gawang yang paling jarang dijebol lawan. Dari enam laga, terlepas dari aksi adu penalti, hanya sekali Casillas harus mengambil bola dari gawangnya, yaitu saat menghadapi Italia di laga pertama Grup C. Satu bola itu disarangkan Antonio Di Natale.

Dalam urusan umpan mengumpan, Spanyol adalah rajanya. Strategi Tiki Taka memberikan kontribusi penting untuk menjadikan Spanyol sebagai tim dengan jumlah umpan terbanyak, yaitu dengan 4893 umpan, dengan rata-rata umpan sukses mencapai 80 persen, atau sekitar 3915 umpan. Italia dan Jerman menempati tempat kedua dan ketiga.

Demikian juga dalam hal penguasaan bola. Total dari enam laga, selama 201 menit bola bergulir di antara pemain Spanyol. Rata-rata pemain asuhan Del Bosque menguasai 34 menit di setiap laganya, atau 59 persen saban pertandingan.

Rata-rata penguasaan bola tidak lebih baik dari Jerman, yang mampu menahan bola selama 35 menit di setiap laganya. Tapi dalam hal prosentase, Spanyol masih lebih baik.

Pemain Spanyol juga paling sering dilanggar. Setidaknya sebanyak 102 pelanggaran dilakukan terhadap pemain Spanyol, atau setidaknya 17 pelanggaran di setiap laga. Jumlah tersebut mengungguli rekor pelanggaran terhadap pemain Italia, yang 97 kali didzolimi pemain lawan di enam laga mereka.

STATISTIK FERNANDO TORRES
JUMLAH PENAMPILAN:
JUMLAH MENIT TAMPIL:
GOL:
ASSIST:
5
189 Menit
3
1
 RAPOR DI FINAL
4.0 Fernando Torres mencatat sejarah dengan menjadi pemain yang bisa mencetak gol di dua laga final Piala Eropa. Terlepas dari itu, penampilannya sungguh luar biasa meski hanya berperan sebagai pemain pengganti.
Keberadaan Fernando Torres di daftar puncak topskor Piala Eropa 2012 juga menegaskan dominasi Spanyol. Striker Chelsea itu mencetak tiga gol dan satu assists, yang menjadikannya sebagai pemain paling layak untuk mendapat Sepatu Emas, mengungguli Alan Dzagoev, Mario Mandzukic, Mario Gomez, Mario Balotelli dan Cristiano Ronaldo, yang sama-sama mencetak tiga gol di Piala Eropa 2012.

Untuk urusan mengumpan, Xavi Hernandez dan Xabi Alonso menjadi pemain yang paling rajin melakukannya. Xavi 620 kali melakukan umpan, di mana 86 persen berhasil disambut rekan-rekannya, atau sekitar 531 umpan. Sementara Xabi Alonso 584 kali melakukan umpan dan 490 berhasil menyasar ke rekannya, sekitar 84 persen dari jumlah total umpan keseluruhannya.

David Silva juga termasuk sebagai pemain yang paling sering memberikan assists yang berujung gol. Andrei Arshavin, Steven Gerrard dan Mesut Ozil adalah 'rekan sebangku' David Silva dalam catatan mengumpan bola, yaitu dengan tiga assists.

Jika sudah begini, dengan segala dominasi yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen, sepertinya menjadi hal yang lumrah menilai Spanyol pantas menjadi juara Piala Eropa 2012.

Selamat!


Minggu, 10 Juni 2012

Belanda

Robin van Persie and Dirk Kuyt (Netherlands)
PROSHOTS

PERJALANAN MENUJU EURO 2012

  GRUP E GP GD PTS
1 Belanda (lolos)       10 9 0 1 29 27
2 Swedia (lolos) 10 8 0 2 20 24
3 Hongaria 10 6 1 3 8 19
4 Finlandia 10 3 1 6 0 10
5 Moldova 10 3 0 7 -4 9
6 San Marino           10 0 0 10 -53 0


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010: San Marino 0-5 Belanda
Sep 7, 2010: Belanda 2-1 Finlandia
Okt 8, 2010: Moldova 0-1 Belanda
Okt 12, 2010: Belanda 4-1 Swedia
Mar 25, 2011:  Hongaria 0-4 Belanda
March 29, 2011: Belanda 5-3 Hongaria
Sep 2, 2011: Belanda 11-0 San Marino
Sep 6, 2011: Finlandia 0-2 Belanda
Okt 7, 2011: Belanda 1-0 Moldova
Okt 11, 2011: Swedia 3-2 Belanda
12 - Klaas-Jan Huntelaar 6 - Robin van Persie,
Dirk Kuyt
3 - Ibrahim Afellay, Wesley Sneijder
2 - Ruud van Nistelrooy
1 - John Heitinga,
Rafael van der Vaart, Kevin Strootman, Georginio Wijnaldum,
Luuk de Jong

Setelah gagal di Piala Dunia 2010, Belanda pastinya mencari pelampiasan. Tapi kekecewaan karena takluk di final saat melawan Spanyol masih cukup membekas. Terlihat di penampilan awal mereka setelah Piala Dunia berakhir, di mana kemenangan yang dicatat tak cukup mengesankan.

Tapi Belanda bisa mengembalikan performa terbaik mereka dengan menundukkan Swedia dan Hongaria, untuk menegaskan mereka pantas berlaga di Polandia dan Ukraina.

Bahkan melawan San Marino di kandang sendiri, belanda mencatat rekor tersendiri dengan kemenangan 11-0. Selanjutnya, Belanda tak terbendung meski di akhir kualifikasi kalah 3-2 dari Swedia.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 Tidak ikut
1988 JUARA
1964 Tidak lolos
1992 Semi-final
1968 Tidak lolos 1996 Perempat-final
1972 Tidak lolos 2000 Semi-final
1976 Semi-final 2004 Semi-final
1980 Babak grup 2008 Perempat-final
1984 Tidak lolos 2012 Lolos sebagai juara grup

Belanda menjadi salah satu raksasa Eropa sekarang ini. Tapi saat pertama kali Piala Eropa digelar, mereka bahkan tidak ambil bagian hingga melakoni debut mereka di tahun 1976.

Dan kesuksesan terbesar mereka adalah saat menjadi juara di tahun 1988. Gelar tersebut menjadi gelar terbesar mereka dalam sejarah sepakbola dunia.

Hanya saja, sejak sukses tersebut, pencapaian terbaik Belanda sejauh ini di Piala Eropa adalah menembus semi-final.

MANAJER | BERT VAN MARWIJK


Van Marwijk menggantikan Marco Van Basten sebagai pelatih tim nasional usai Piala Eropa 2008. Hasilnya, Van Marwijk meraih lebih banyak pujian ketimbang pendahulunya itu. Van Marwijk dengan tegas menginginkannya pemainnya bisa menjaga konsistensi di level tertinggi, dan pemainnya bisa mewujudkan hal itu.

Van Marwijk juga bisa menjaga soliditas tim. Jika sebelumnya banyak ketidakharmonisan, skuad Belanda di bawahnya bisa tetap kompak dan solid di dalam mau pun di luar lapangan. Tak ada pemain yang protes ketika dibangkucadangkan. Hal ini menjadi bukti bahwa Van Marwijk memiliki manajemen yang baik.

Bersama Van Marwijk juga Belanda bisa mengukir rekor mengesankan dalam hal menorehkan kemenangan, dengan 23 kemenangan dari 25 laga kompetitif, yang artinya persentase kemenangan timnya mencapai 92 persen.

KAPTEN | MARK VAN BOMMEL


Setelah Marco Van Basten turun jabatan dan Van Marwijk menggantikan, Van Bommel mendapat lagi kepercayaan untuk membela tim nasional Belanda. Kepercayaan itu dijawabnya dengan sangat baik.

Sejak pemanggilan itu pula Van Bommel menjadi pemain kunci Belanda di sektor tengah, menjadi penyeimbang tim, pengumpan dan pemimpin di lapangan. Dengan karakter yang dimilikinya itu, Van Bommel pun tidak pernah luput dari pandangan Van Marwijk.

Kemampuan pemain yang memutuskan untuk meninggalkan Milan dan kembali ke PSV Eindhoven tersebut adalah visi bermain yang mumpuni, pergerakan dan tekel yang efektif untuk mematikan serangan lawan. Duetnya dengan Nigel De Jong di lini tengah Belanda juga terbukti berjalan dengan baik.

PEMAIN BINTANG | WESLEY SNEIJDER


Setelah melakoni debutnya di bulan April 2003, Wesley Sneijder langsung menjelma menjadi pemain andalan Belanda di sektor tengah. Kepiawaiannya memainkan bola membuatnya mendapat acungan empol dari banyak pihak.

Sneijder memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengirim umpan-umpan jauh dan terukur, yang menyulitkan pemain belakang lawan untuk melakukan antisipasi. Sneijder juga punya kecepatan dan akurasi tendangan yang baik.

Sejauh ini ia sudah mencetak 24 gol untuk Belanda, yang menjadi rekor tersendiri di Belanda karena tak ada pemain tengah yang bisa mencetak gol sebanyak itu. Bahkan di Piala Dunia 2010, Sneijder meraih gelar topskor bersama dengan lima gol dari tujuh penampilan.

TALENTA BERBAKAT | KEVIN STROOTMAN


Namanya memang tidak banyak terdengar, tapi bakat dan talentanya di tanah Belanda sudah mencuri perhatian.

Bergabung dengan Utrecht pada Januari 2011, Strootman langsung tampil bagus dan mendapat panggilan tim nasional sebulan kemudian saat melakoni laga ujicoba melawan Austria. Sejak itu, ia menunjukkan penampilan mengagumkan sebelum akhirnya ditarik PSV Eindhoven di musim panas.

Dengan kemampuannya mengawal sektor tengah, Strootman dinilai sebagai pelapis yang mumpuni untuk Van Bommel atau pun Nigel De Jong. Karena itulah Van Marwijk terus mengamati perkembangannya di tim nasional.
Sumber: goal.com 




 

Rep Ceko

David Rozehnal & Jaroslav Plasil (Czech Republic)
Gettyimages
PERJALANAN MENUJU EURO 2012

  GRUP I GP GD PTS
1 Spanyol (lolos)       8 8 0 0 20 24
2 Republik Ceko (lolos) 8 4 1 3 4 13
3 Skotlandia 8 3 2 3 -1 11
4 Lituania 8 1 2 5 -9 5
5 Liechtenstein           8 1 1 6 -14 4


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 7, 2010: Rep Ceko 0-1 Lituania
Okt 8, 2010: Rep Ceko 1-0 Skotlandia
Okt 12, 2010: Liechtenstein 0-2 Rep Ceko
Mar 25, 2011: Spanyol 2-1 Rep Ceko
Mar 29, 2011: Rep Ceko 2-0 Liechtenstein
Sep 3, 2011: Skotlandia 2-2 Rep Ceko
Okt 7, 2011: Rep Ceko 0-2 Spanyol
Okt 11, 2011: Lituania 1-4 Rep Ceko
Nov 11, 2011: Rep Ceko 2-0 Montenegro
Nov 15, 2011: Montenegro 0-1 Rep Ceko
4 - Michal Kadlec2 - Jaroslav Plasil,
Jan Rezek
1 - Milan Baros,
Roman Hubnik,
Petr Jiracek,
Vaclav Kadlec,
Tomas Necid,
Vaclav Pilar,
Tomas Sivok

Setelah melakukan start buruk, skuad asuhan Michel Bilek bisa lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 lewat jalur playoff. Kemenangan meyakinkan di leg pertama dan penampilan gemilang Petr cech di leg kedua melawan Montenegro yang pada akhirnya memastikan Republik Ceko lolos ke putaran final.

Akan tetapi, lolosnya Republik Ceko masuk ke zona playoff diwarnai kontroversi. Dalam laga melawan Skotlandia, Republik Ceko mendapat keuntungan lewat keputusan penalti yang diberikan untuk Jan Rezek setelah dilanggar Danny Wilson. Rezek pada akhirnya mengungkapkan jika dia sengaja menjatuhkan diri saat Wilson melakukan sentuhan minimalis padanya.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 Lolos sebagai Cekoslowakia 1988 Lolos sebagai Cekoslowakia
1964 Lolos sebagai Cekoslowakia 1992 Lolos sebagai Cekoslowakia
1968 Lolos sebagai Cekoslowakia 1996 Runner-up
1972 Lolos sebagai Cekoslowakia 2000 Babak grup
1976 Lolos sebagai Cekoslowakia 2004 Semi-final
1980 Lolos sebagai Cekoslowakia 2008 Babak grup
1984 Lolos sebagai Cekoslowakia 2012 Lolos melalui play-off

Republik Ceko selalu ambil bagian di turnamen empat tahunan di Benua Biru itu. Bahkan sejak menjadi negara independen untuk kali pertama setelah berpisah dengan Slowakia, Republik Ceko nyaris menjadi juara di tahun 1996. Usai menundukkan Italia, Portugal dan Prancis, Republik Ceko melenggang ke final sebelum ditumbangkan Jerman di Wembley.

Republik Ceko bisa membalaskan dendam pada Piala Eropa 2004 dengan menglahkan Jerman dan menembus empat besar, namun akhirnya tersingkir. Di Piala Eropa 2008, Republik Ceko gagal menembus ke babak knockout.

MANAJER | MICHAL BILEK


Baru berusia 44 tahun, Bilek dapat tugas berat dengan membangkitkan harapan setelah Republik Ceko gagal menembus putaran final Piala Dunia 2010. Tak sedikit yang mempertanyakan kualitasnya karena pengalaman internasional Bilek hanya bersama tim nasional Republik Ceko U-19.

Tapi mantan pelatih Sparta Praha itu, yang ditunjuk menggantikan Ivan Hasek pada Oktober 2009, membantu timnya bisa bangkit untuk ambil bagian di turnamen Polandia dan Ukraina, membuktikan ia tak takut menghadapi tantangan di hadapannya.

KAPTEN | TOMAS ROSICKY


Gelandang berpengalaman Republik Ceko itu menjadi andalan sejak melakoni debut internasionalnya di tahun 2000. Rosicky sempat absen di Piala Eropa 2008 karena cedera dan melewatkan sebagian besar kualifikasi Piala Dunia 2010.

Rosicky juga tak mampu lagi menunjukkan kemampuan terbaiknya saat masih bersama Arsenal karena banyak dibebat cedera di musim 2008/09, meski masih menjadi pemain inti di tim nasional, dengan membuat enam assists dari 15 gol timnya di kualifikasi Piala Eropa 2012.

PEMAIN BINTANG | PETR CECH


Menjadi salah satu kiper terbaik Eropa saat ini. Saat tampil di Piala Eropa 2004, di babak semi-final, Petr Cech membuat sejumlah penyelamatan penting untuk menempatkan namanya dalam komposisi tim terbaik di turnamen tersebut.

Namun di episode Piala Eropa 2008, peruntungan Petr Cech berbalik. Gol dari Nihat memaksa Republik Ceko tersingkir di fase grup, dan Cech memiliki andil besar atas terciptanya gol tersebut. Kiper Chelsea itu sempat mempertimbangkan untuk pensiun setelah laga itu.

Cech masih mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain andal di bawah mistar gawang. Buktinya Chelsea bisa dibawanya menjadi kampiun Piala FA dan Liga Champions musim 2011/12. Sekarang tinggal menunggu kontribusinya untuk Republik Ceko di Piala Eropa 2012.

TALENTA BERBAKAT | TOMAS PEKHART


Republik Ceko selalu memunculkan bintang-bintang muda berbakat. Jika tidak Tomas Necid, ada juga Tomas Pekhart, pencetak rekor dalam mencetak gol di Piala Eropa U-21. Mantan pemain depan Tottenham Hotspur itu punya masa depan cerah di sepakbola Eropa.

Bersama Nurnberg, Pekhart tampil sensasional dan performanya itu berlanjut bersama tim nasional Republik Ceko U-21 di Piala Eropa 2011. Ia juga bermain bagus di dua laga playoff menghadapi Montenegro.
 
 
 

Rusia

Russia celebrating (Getty Images)
Getty Images

PERJALANAN MENUJU EURO 2012

  GRUP B GP GD PTS
1 Rusia (lolos)       10 7 2 1 13 23
2 Irlandia (play-off) 10 6 3 1 8 21
3 Armenia 10 5 2 3 12 17
4 Slowakia 10 4 3 3 -3 15
5 Makedonia 10 2 2 6 -6 8
6 Andorra           10 0 0 10 -24 0


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010 Andorra 0-2 Rusia
Sep 7, 2010 Rusia 0-1 Slowakia
Okt 8, 2010 Irlandia 2-3 Rusia
Okt 12, 2010 Makedonia 0-1 Rusia
Mar 26, 2011: Armenia 0-0 Rusia
Jun 4, 2011: Rusia 3-1 Armenia
Sep 2, 2011: Rusia 1-0 Makedonia
Sep 6, 2011: Rusia 0-0 Irlandia
Okt 7, 2011: Slowakia 0-1 Rusia
Okt 11, 2011: Rusia 6-0 Andorra
4 - Alan Dzagoev, Roman Pavlyuchenko
2 - Aleksandr Kerzhakov
2 - Pavel Pogrebnyak
1 - Diniyar Bilyaletdinov, Denis Glushakov,
Sergei Ignashevich,
Igor Semshov,
Roman Shirokov

Dengan kekuatan yang tidak berimbang dalam grup mereka serta pergantian pelatih, Rusia hampir saja tidak lolos langsung ke putaran final Euro 2012. Mereka baru memastikannya menjelang pertandingan terakhir penyisihan grup melalui kemenangan 1-0 di markas Slowakia. Hasil tersebut melampiaskan kekalahan Rusia di kandang sendiri dari lawan yang sama pada pertandingan kedua grup.

Kemenangan atas Irlandia di Dublin memberikan sinyal positif kalau Rusia akan melaju dengan mudah, tetapi mereka tersendat ketika tandang ke Armenia serta menjamu Irlandia. Meski demikian, pertahanan mereka begitu kokoh dengan hanya kebobolan empat kali sepanjang sepuluh pertandingan kualifikasi. Tujuh di antaranya dimenangkan Rusia, termasuk melibas Andorra 6-0 di laga terakhir grup.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 JUARA 1988 Runner-up
1964 Runner-up 1992 Babak grup
1968 Peringkat keempat 1996 Babak grup
1972 Runner-up 2000 Tidak lolos
1976 Tidak lolos 2004 Babak grup
1980 Tidak lolos 2008 Semi-final
1984 Tidak lolos 2012 Lolos sebagai juara grup

Sejak meneruskan kebesaran nama Uni Soviet, Rusia tidak mampu menyamai prestasi yang pernah dicapai pendahulu mereka ketika menjuarai Euro 1960, mencapai empat semi-final, serta menjadi runner-up pada 1964 dan 1988.

Pada 1992, 1996, dan 2004, mereka kembali lolos ke Euro tetapi tersingkir di babak penyisihan grup. Di bawah kepelatihan Guus Hiddink pada 2008, mereka sukses menembus babak empat besar sebelum dikalahkan Spanyol.

MANAJER | DICK ADVOCAAT


Sukses di tingkat klub bersama Zenit St Petersburg, Dick Advocaat diyakini akan meneruskan kesuksesan pelatih sebelumnya yang juga berasal dari Belanda, Guus Hiddink. Kritik tak henti mendera pelatih yang sudah banyak menangani klub maupun timnas di Eropa ini, terutama penolakannya memainkan pemain-pemain muda Rusia serta masalah bahasa.

Setidaknya Advocaat mampu menjawab keraguan itu dengan tiket Euro 2012. Di mata mereka yang masih skeptis, Advocaat dianggap hanya akan memilih pemain berdasarkan nama besar bukan penampilan mereka belakangan ini. Advocaat memiliki sistem favoritnya, tetapi beberapa materi pemain tidak memenuhi standar yang diinginkan dan terlambat baginya untuk mencari alternatif saat ini.

KAPTEN | ANDREY ARSHAVIN


Andrey Arshavin tidak tampil konsisten di level klub maupun timnas selama 18 bulan terakhir, tetapi mampu memberikan manfaat tersendiri ketika diandalkan Advocaat. Kemampuan Arshavin masih diperlukan tim meski standar permainannya menurun sejak tampil pada 2008, ketika menjuarai Liga Europa dengan Zenit dan tampil menawan di Euro.

Rusia dapat mengandalkan inspirasinya dan Arshavin sejauh ini mampu menjawabnya. Performa dan sikap pemain 30 tahun ini harus ditingkatkan sebelum turnamen digelar karena saat ini dia bermain seperti tanpa motivasi.

PEMAIN BINTANG | ALEKSANDR KERZHAKOV


Dapat dianggap sebagai satu-satunya pemain Rusia yang berkelas dunia, bek kanan Zenit ini merupakan pemain sukses yang tidak kenal lelah. Selalu bisa diandalkan di lini pertahanan, pemain 29 tahun ini kerap menunjang lini serang mereka dengan membantu gelandang dalam mengalirkan bola.

Anyukov memberikan energi yang dibutuhkan Rusia di sayap kanan. Dia merupakan pemain yang kenyang pengalaman dengan sejumlah penampilan di Liga Champions bersama Zenit dan merupakan pemain favorit Advocaat dalam formasinya.

TALENTA BERBAKAT | ALAN DZAGOEV


Sudah beberapa tahun ini Alan Dzagoev menjadi buah bibir pengamat sepakbola Rusia, tetapi pemain 21 tahun ini belum mampu menarik sorotan internasional. Berkat penampilan bagus bersama CSKA Moskwa, Dzagoev mulai mendapat tempat di timnas.

Kepercayaan Advocaat muncul berkat dua penampilan bagus melawan Slowakia dan Andorra, Oktober lalu, dan juga berhasil mencetak gol di kandang Irlandia pada fase awal kualifikasi grup.

Dzagoev dikenal juga sulit diatur pelatihnya di klub saat ini dan kerap membuang percuma bola yang sudah dikuasainya, tetapi memiliki bakat untuk menjadi pemain yang vital baik bagi klub maupun negara.
Sumber: goal.com
 

Yunani

Greece celebrating (Getty Images)
Getty Images

PERJALANAN MENUJU EURO 2012

  GRUP F GP GD PTS
1 Yunani (lolos)       10 7 3 0 9 24
2 Kroasia (lolos) 10 7 1 2 11 22
3 Israel 10 5 1 4 2 16
4 Latvia 10 3 2 5 -3 11
5 Georgia 10 2 4 4 -2 10
6 Malta           10 0 1 9 -17 1


HASIL-HASIL TOP SKOR
Sep 3, 2010: Yunani 1-1 Georgia
Sep 7, 2010: Kroasia 0-0 Yunani
Okt 8, 2010: Yunani 1-0 Latvia
Okt 12, 2010: Yunani 2-1 Israel
Mar 26, 2011: Malta 0-1 Yunani
Jun 4, 2011: Yunani 3-1 Malta
Sep 2, 2011: Israel 0-1 Yunani
Sep 6, 2011: Latvia 1-1 Yunani
Okt 7, 2011: Yunani 2-0 Kroasia
Okt 11, 2011: Georgia 1-2 Yunani
2 - Giannis Fetfatzidis, Kyriakos Papadopoulos, Vasilis Torosidis1 - Angelos Charisteas, Georgios Fotakis, Theofanis Gekas,
Giorgos Karagounis, Sotiris Ninis, Dimitrios Salpingidis,
Georgios Samaras, Nikos Spyropoulos

Dalam grup yang bisa dianggap termudah di kualifikasi Euro 2012, Yunani berhasil memperbaiki performa pascahasil mengecewakan, imbang 1-1 kontra Georgia di kandang sendiri, pada gim pembuka guna mengukir catatan tak terkalahkan sepanjang kampanye dan menaklukkan Kroasia untuk menyabet posisi puncak.

Dengan tempat pertama masih terbuka untuk diperebutkan di sisa dua laga terakhir, kemenangan 2-0 atas Kroasia tersebut, yang sempat diwarnai kericuhan antarsuporter, menjadikan armada asuhan Fernando Santos favorit terdepan lolos otomatis ke Euro 2012 sebagai juara grup, dan gol telat striker Angelos Charisteas di gim pamungkas versus Georgia akhirnya memastikan tiket bagi Yunani.

SEJARAH DI PIALA EROPA 

1960 Tidak lolos 1988 Tidak lolos
1964 Tidak lolos 1992 Tidak lolos
1968 Tidak lolos 1996 Tidak lolos
1972 Tidak lolos 2000 Tidak lolos
1976 Tidak lolos 2004 JUARA
1980 Babak grup 2008 Babak grup
1984 Tidak lolos 2012 Lolos sebagai juara grup

Cuma lolos sekali ke putaran final sebelum Piala Eropa 2004, Yunani, yang telah membuat hentakan luar biasa dengan menundukkan Prancis di perempat-final, kian mencengangkan publik sepakbola dunia setelah mengalahkan tuan rumah turnamen edisi tersebut, Portugal, 1-0 pada final di Lisbon sekaligus mencetak salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah kompetisi.

Meski begitu, sukses tahun 2004 itu adalah satu-satunya pergelaran Euro di mana Yunani mampu melaju melewati fase grup. Buruknya kampanye berikut pada 2008 di Austria dan Swiss pun layak dilupakan. Sebagai juara bertahan, Yunani yang kala itu masih diarsiteki Otto Rehhagel mengakhiri Grup D dengan nirpoin dan hanya sanggup melesakkan satu gol. Mereka selalu takluk di tiga laga penyisihan melawan Swedia, Rusia, serta Spanyol.

MANAJER | FERNANDO SANTOS


Kendati dibebani tugas berat sebagai penerus Rehhagel, pelatih pemberi gelar Euro 2004 yang mundur pasca-Piala Dunia 2010, nyatanya Santos mampu membukukan rekor impresif dalam pekerjaan pertamanya menukangi sebuah tim nasional. Ia membawa Yunani tak terkalahkan di 17 laga awal kepemimpinannya sebelum dibekuk Rumania 3-1 pada uji coba medio bulan ini.

Tak seperti sang pendahulu, Rehhagel, juru taktik berpengalaman asal Portugal ini, yang secara dramatis sanggup membangkitkan klub Super Liga Yunani, PAOK, dari keterpurukan sebelum menangani timnas, menunjukkan bahwa dirinya tak takut memanggil para pemain muda. Santos bahkan memberikan debut internasional untuk Stefanos Kapino, penjaga gawang Panathinaikos yang baru berusia 17 tahun!

KAPTEN | GIORGOS KARAGOUNIS


Selalu tampil di seluruh laga pada putaran kualifikasi, gelandang veteran yang memiliki kenangan indah di Euro 2004 ini -- mencetak gol pembuka turnamen ketika menghadapi Portugal -- dipastikan bakal menjadi salah satu andalan utama Yunani di Piala Eropa 2012.

Di tengah kesulitan para personel reguler dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pahlawan di Euro 2004, Charisteas, mempertahankan tempat sejak kepergian Rehhagel, pengoleksi cap terbanyak kedua Yunani ini justru tetap menjadi figur kunci timnas beralias Galanolefki (Biru-Putih) di bawah arahan Santos, yang juga pernah bekerja sama dengan Karagounis semasa di Panathinaikos dan Benfica.

PEMAIN BINTANG | VASILIS TOROSIDIS


Torosidis sudah menarik atensi sejumlah klub top Eropa sejak menyabet status anggota first team di Olympiakos dan timnas Yunani, dengan AS Roma, Liverpool, dan Bayern München kerap disebut-sebut sebagai pembidik serius dalam beberapa tahun ke belakang.

Walau transfer ke luar negeri masih belum terealisasi, sang bek kanan peraih Pemain Terbaik Yunani 2010 ini telah mengukir sejarah untuk negaranya. Ia mencetak gol kemenangan 2-1 atas Nigeria pada Piala Dunia di Afrika Selatan, kemenangan perdana Yunani di pentas sepakbola terakbar sejagat itu.

TALENTA BERBAKAT | SOTIRIS NINIS


Playmaker Panathinaikos ini telah menyeruak sebagai youngster paling menonjol di Yunani sejak Piala Dunia 2010. Meski hanya membuat dua penampilan sebagai pemain pengganti di turnamen itu, Ninis sebenarnya berpotensi memainkan peranan yang lebih besar jika bukan karena gaya defensif yang diterapkan Rehhagel.

Pemuda 21 tahun yang sempat dikait-kaitkan dengan Manchester United ini diyakini bakal menghadirkan teror dari lini tengah bagi lawan-lawan Yunani di Euro 2012, walaupun saat ini masih harus berjuang memulihkan diri dari cedera ligamen lutut cruciatum yang membekapnya kala melawan Israel pada September silam, di mana ia mencetak gol tunggal kemenangan Galanolefki.
Sumber: goal.com

Foto Populer Piala Dunia 2014

Bola

Soccer 2012

More Doodles

Arief