Senin, 14 Juli 2014

Laporan Pertandingan: Jerman 1-0 Argentina

Gotze antarkan Jerman gelar keempat
Mario Gotze yang baru berusia 22 tahun mempersembahkan gelar dunia keempat untuk Jerman, yang sekaligus mengalahkan mitos tim Eropa di Amerika Selatan.

Di hadapan 74.738 penonton yang memadati Stadion Maracana, Senin 14 Juli 2014, Mario Gotze dengan kecerdikannya menjadi aktor yang membawa Jerman meraih titel keempat mereka di ajang Piala Dunia.

Setelah bermain tanpa gol di waktu normal, Argentina dan Jerman harus menentukan gelar lewat waktu tambahan. Taktik yang cukup baik dari Alejandro Sabella pun dibuat tak berdaya oleh dua pemain pengganti yang diturunkan Joachim Low. Andre Schurrle dengan umpan silangnya dan Mario Gotze dengan golnya memupuskan harapan Lionel Messi untuk merasakan karpet merah dari sang Diego Maradona jika saja Argentina juara.

Babak Pertama

Jerman mencoba menekan lebih awal di mana Muller mendapat celah, namun ada Rojo yang sedia menjegal dan membuahkan tendangan bebas untuk Jerman di daerah berbahaya. Namun Demichelis mampu mengatasi bola mati Jerman ke kotak penalti Argentina. Menit keempat giliran Higuain yang mengancam gawang dari Neuer lewat serangan balik, tapi usaha dari striker Napoli itu kandas begitu saja.

Argentina yang mengenakan jersey kedua mereka beraksi lewat Messi. Ia mampu mengecoh barisan belakang dari Jerman melewati Hummels yang tak mampu mengimbangi akselerasinya. Namun ada Schweinsteiger yang cerdik melakukan intersep kepada umpan silang Messi di menit kesepuluh. Albiceleste tampak hidup dalam menekan, namun Jerman pun terkoordinasi baik dalam membangun pertahanan yang rapat. Pemain tengah Der Panzer disiplin membantu ke belakang.

Meski begitu, hilangnya sosok Khedira di lini tengah Jerman nampaknya cukup mempengaruhi filter pertahanan tim. Lucas Biglia sempat mendapatkan celah untuk melepas tendangan jarak jauh, meski begitu ada Howedes yang sigap memblok tendangan dari Biglia di menit ke-11. Jerman sendiri cenderung membangun serangan lewat umpan-umpan menyilang ke kotak penalti, Klose sebagai ujung tombak mendapat pengawasan ketat dari sosok veteran Demichelis. Kombinasi Garay dan Demichelis membuat Romero di bawah mistar cukup nyaman di 20 menit pertama.

Secara mengejutkan di menit ke-21 Kroos melakukan kesalahan, sundulannya malah mengarah ke daerah sendiri yang di sana berdiri seorang Higuain tanpa kawalan. Higuain pun menggiring bola coba masuk ke daerah Jerman untuk melakukan shooting, tapi entah apa yang ada di benak Higuain. Seakan gugup tembakkannya malah melenceng tak menakutkan di sisi kanan gawang dari Neuer.

Sementara itu Kramer yang dipercaya menggantikan peran Khedira malah tersungkur dan tak mampu melanjutkan pertandingan. Ia pun ditandu keluar untuk mendapat penanganan. Laga terus berlanjut dengan serangan Jerman yang tak semenakutkan di laga-laga sebelumnya. Di lain pihak, Argentina malah rajin menggertak lewat sisi kanan.

Kartu kuning pertama di laga final pun lahir untuk Schweinsteiger karena melakukan pelanggaran tak penting terhadap Lavezzi di menit ke-29. Tendangan bebas pun diambil, Higuain menyambut umpan dari Lavezzi dan berhasil menggetarkan jala gawang dari Jerman!! Namun gol dari Higuain yang sudah melakukan selebrasi ternyata dianulir karena dirinya telah berada di posisi offside.

Joachim Low pun akhirnya memutuskan bahwa partai final hanya bertahan 32' menit untuk Kramer. Ia tak dapat kembali ke lapangan dan digantikan dengan pemain yang lebih ofensif, Andre Schurrle. Empat menit sejak masuk Schurrle sudah mampu mendapatkan peluang pertamanya, lewat tendangan keras usai menerima operan dari Muller yang bergerak secara brilian lewat sisi kiri. Tapi refleks luar biasa ditunjukkan oleh Romero, ia sigap menepis tembakkan keras striker Chelsea tersebut. Jerman pun gagal unggul di menit ke-36.

Menit ke-38 La Pulga kembali beraksi lewat sisi kiri pertahanan lawan. Sisi yang selalu menjadi celah untuk Argentina menerobos pertahanan Jerman. Messi menari melewati Hummels, menusuk lebih dalam lalu mengirimkan bola ke muka gawang Jerman, namun tak ada Higuain atau kawan lain yang menyambar. Malah Boateng yang sigap menyapu bola yang dilepas oleh Messi. Gawang Neuer kembali steril.

Lima menit paruh pertama mendekati akhir Jerman tampak lebih berkuasa. Mascherano sempat melakukan salah umpan yang mampu dipotong oleh Ozil. Ozil pun mengirim bola kepada Kroos untuk pemain incaran Real Madrid itu melepaskan tembakkan, tapi lagi-lagi Romero membaca arah bola dengan mudah.

Ancaman tak henti untuk Argentina hingga penghujung babak pertama. Sepak pojok Kroos disambar Howedes yang berdiri gagah di tiang dekat, beruntung mistar gawang menyelamatkan Argentina. Kemelut pun terjadi hingga akhirnya dibubarkan oleh bendera offside yang dibentangkan menyusul Howedes telah berada di posisi offside.

Paruh pertama pun berakhir sama kuat, laga milik kedua tim, Argentina dan Jerman sama-sama memiliki peluang emas untuk unggul di paruh pertama. Dari mulai Higuain yang tidak tenang hingga mistar gawang dan Romero yang anggun menjadi penyelamat Argentina dari ketertinggalan menghiasi paruh pertama.

Babak Kedua

Alejandro Sabella memutuskan untuk mengganti Lavezzi dengan Kun Aguero. Dan hal tersebut nampak mujarab ketika peluit babak kedua dibunyikan. Aguero sudah berani menggiring bola dan melepaskan umpan yang cukup mengecoh untuk diterima Higuain di sisi kanan kotak penalti. Namun ternyata Higuain dalam posisi offside.

Tapi tekanan Argentina belum berhenti, mata dunia terpusat kepada sosok Messi di menit ke-47 sebagaimana kapten dari Argentina itu menekan lewat sisi kanan pertahanan Argentina untuk dan leluasai melepaskan tembakkan dari jarak ideal, tapi apa yang terjadi? Peluang itu terbuang karena bola hanya melenceng.

Jerman yang berulang kali mencoba menyerang dari sisi kanan pertahanan Argentina kerap menemui kebuntuan karena tak ada umpan silang yang benar-benar bisa dilahap matang oleh Klose tau Muller. Schurrle dan Ozil jadi dua kreator di menit-menit awal babak kedua, tapi bagaimanapun, Zabaleta dan Garay punya pengalaman yang tak bisa dibohongi sehingga gawang Argentin belum mendapat ancaman serius hingga menit 55'.

Neuer kembali menjadi seorang sweeper keeper di menit ke-57 saat dirinya menerjang Higuain yang bersedia menyambut umpan jauh dari Zabaleta. Meski aksi Neuer kali ini tampak kotor, namun wasit tak menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran. Higuain pun meringis kesal karena rahangnya terlihat jadi korban terjangan Neuer, kiper Jerman itu dengan wajah tak bersalah tetap tenang dan keuntungan untuknya juga Jerman karena tak ada hukuman yang diberikan.

30 menit laga tersisa kedua tim masih kesulitan untuk menghasilkan gol pertama. Maracana terasa lebih tegang untuk Joachim Low di sisi lapangan sebagaimana Jerman kandas terus-menerus untuk menciptakan kans matang. Di sisi lain suporter Argetnina lebih bergelora di 'tanah' mereka sendiri karena taktik dari Sabella masih nampak ampuh hingga menit ke 70'. Meski begitu, Mascherano dan Aguero sudah mendapat kartu kuning di menit ke-64 dan 65'. Tentu tak bagus untuk Masche yang tugasnya memang sebagai tukang jagal.

Gestur menarik memang ditunjukkan wasit Rizzoli, ia memperingatkan dua jangkar masing-masing tim untuk tetap tenang dengan mengganjar mereka kartu kuning, setelah Schweinsteiger di babak pertama, Mascherano pun dihukum di babak kedua. Menit ke-78 Sabella pun akhirnya menarik keluar Higuain yang kurang moncer, striker FC Internazionale Rodrigo Palacio pun jadi pilihannya.

Messi kembali menari di menit 79', sayangnya ia hanya bisa membawa bola melewati Boateng dan Howedes, namun ketika coba melepaskan bola yang entah dimaksudkan untuk menembak atau mengoper Palacio, bola tersebut liar dan hanya menghasilkan tendangan gawang untuk Jerman.

Menit ke-82 serangan dari Jerman menciptakan peluang untuk Kroos. Di luar kotak penalti pemain tengah Bayern Munich itu menerima umpan dari Ozil di sisi kanan. Tapi sontekan Kroos lemah melenceng nan datar ke sisi kiri gawang kawalan Romero. Enzo Perez yang tak sebaik saat melawan Belanda akhirnya juga mengakhiri finalnya di menit 86' untuk digantikan Gago. Di sisi lain, menit ke-87, Klose menutup kiprah final Piala Dunia terakhirny tanpa gol saat harus digantikan oleh Mario Gotze.

Tiga menit waktu tambahan ditetapkan dengan skor masih imbang tanpa gol, menit 91' Gotze menunjukkan aksinya dengan melakukan determinasi lewat tengah dan diselesaikan dengan tendangan jarak jauh, yang lemah mampu ditangkap oleh Romero. Dan tak terhindarkan, 90 menit waktu normal pun berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Perpanjangan Waktu

90 menit tanpa gol dan stamina pun berbicara di perpanjangan waktu, Argentina telah memanfaatkan seluruh pergantian pemain di waktu normal, di sisi lain Jerman menyisakan satu pergantian lagi. Begitu laga kembali dimulai Jerman langsung menggebrak lewat Schurrle namun masih beruntung tak menghasilkan gol. Serangan balik dilancarkan Argentina lewat Aguero yang terbilang masih cukup segar bekerja sama dengan Palacio, tapi tetap tak membuahkan gol.

Argentina cenderung bermain lebih dalam dan Jerman tak segan menekan, tetap pertahanan Argentina rapat mulai dari tengah. Serangan yang nyaris berbuah gol malah lahir dari Argentina di menit ke 97', Palacio berhadapan langsung dengan Neuer di kotak penalti menerima umpan silang Rojo. Bola dicungkil Palacio, Neuer terkelabui namun arah bola masih tak bersahabat yang artinya belum mengubah skor.

Pruh kedua perpanjangan waktu Argentina masih terlihat sama dengan 15 menit sebelumnya, mereka sabar dan menunggu Jerman masuk lebih dahulu. Schweinsteiger beberapa kali jadi korban hantaman di lini tengah hingga menit 109' ia harus keluar sementara karena mendapati area sekitar matanya berdarah karena kontak dengan Aguero di udara. Memang permainan Argentina lebih keras kali ini, ofisial di bangku cadangan Jerman pun sempat dibuat meradang hingga wasit Rizzoli meminta agar lebih tenang.

Ketika tempo melamban secara mengejutkan barisan belakang Argentina seakan hilang konsentrasi dan hal tersebut dimanfaatkan oleh Gotze yang lepas dari kawalan. Schurrle mengirim umpan silang dari sisi kiri, Gotze datang dari belakang dan menyambut bola untuk melepaskannya ke mulut gawang Romero dengan posisi menjatuhkan badan. 1-0 akhirnya Jerman unggul di menit ke-113!

Argentina pun berusaha bangkit mengejar, berulang kali umpan dilancarkan langsung namun ditinju oleh Neuer. Hingga tendangan bebas Messi di penghujung laga pun tak bisa menyelamatkan mereka dari kekalahan. Nampak tangis di raut suporter Tim Tango, juga sang Alejandro Sabella yang tak bisa menyembunyikan bahwa matanya sudah berkaca-kaca ketika Messi hanya melambungkan tendangan bebas di ujung laga. Argentina harus kalah tipis dari Jerman lewat gol semata wayang Mario Gotze.

Sumber: goal.com - 14 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sepak Bola

Foto Populer Piala Dunia 2014

Bola

Soccer 2012

More Doodles

Arief