Tampilkan postingan dengan label AFF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AFF. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Singapura 3-1 Thailand

Rabu, 12 Desember 2012

Malaysia VC Thailand


Hasil imbang di Bukit Jalil memberikan keuntungan bagi Thailand saat menjamu Malaysia di leg kedua nanti.

Thailand membuka peluang lolos ke final AFF Suzuki Cup 2012 setelah mampu menahan imbang tuan rumah Malaysia 1-1 dalam pertandingan leg pertama semi-final di Stadion National Bukit Jalil, Minggu (9/12) malam WIB.

Sukses mencuri gol di kandang Malaysia membuat Thailand berada di atas angin untuk menembus final Piala AFF tahun ini. Hasil imbang tanpa gol di Bangkok sudah memberikan tempat bagi mereka di partai puncak.

Duel antara Malaysia dan Thailand sudah sengit sejak laga dimulai. Namun di babak pertama, Malaysia lebih menguasai lini tengah. Pertandingan terlihat lebih menarik setelah Malaysia unggul di awal babak kedua, sebelum akhirnya Teerasil Dangda menyamakan kedudukan.

Rajagopal menurunkan Bunyamin Umar dan Amar Rohidan yang bermain kurang bagus ketika dikalahkan Singapura dalam laga pembuka Grup B. Perombakan juga dilakukan pelatih Thailand Winfried Schaefer. Ia menjadikan Teerasil sebagai striker tunggal.

Babak pertama

Pertandingan antara Malaysia dan Thailand sudah berlangsung sengit sejak pluit kick-off ditiupkan wasit. Malaysia mencoba melakukan tekanan lebih dulu, namun menghadapi tembok pertahanan Thailand yang kokoh.

Kendati demikian, Thailand yang lebih dulu mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan di menit ke-11. Adul Lahso melakukan percobaan dengan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Kiper Farizal Marliyas terpaksa harus terbang untuk menepis bola.

Malaysia memberikan respon atas serangan Thailand, namun mereka membuang peluang di menit ke-19. Bunyamin Umar berhasil menembus lini belakang tuan rumah, dan memberikan umpan ke jantung pertahanan lawan, tapi Azzamuddin Akil ragu melepaskan tembakan, sehingga peluang terbuang percuma.

Tuan rumah lebih menguasai lini tengah di pertandingan ini. Selepas laga berjalan setengah jam, tendangan bebas Safiq Rahim membuat Kawun Thamsatchanan harus terbang untuk menepis bola.

Menjelang babak pertama berakhir, permainan kedua tim mengalami penurunan, dan terkesan lebih berhati-hati agar tidak kecolongan. Hingga babak pertama usai, skor tanpa gol tetap bertahan.

Babak kedua

Malaysia langsung menggebrak pertahanan Thailand di awal babak kedua guna mencuri gol lebih dulu. Baddrol Bakhtiar melakukan percobaan tendangan jarak jauh, tapi melambung di atas mistar gawang.

Upaya Malaysia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-49. Berawal dari aksi Mahali Jasuli di sektor kiri pertahanan Thailand, ia sukses melewati satu pemain, dan memberikan umpan silang yang langsung disambut Norshahrul Idlan Talaha untuk menaklukkan Kawin.

Tertinggal satu gol, Schaefer memasukkan Sompong Soleb untuk menggantikan Theerathon Bunmathan demi meningkatkan serangan Thailand. Beberapa saat kemudian, Apipoo Sunthornpanavej dimasukkan, dan menarik keluar Adul Lahsoh.

Perubahan itu membuat serangan Thailand makin tajam. Kendati demikian, Norshahrul sempat mengancam di menit ke-63, tapi Kawin dapat menepis peluang yang diperoleh striker Malaysia tersebut. Apipoo membalasnya selang enam menit kemudian, namun Farizal dapat menghalau bola.

Publik di Stadion National Bukit Jalil terbungkam setelah Teerasil Dangda menaklukkan Farizal pada menit ke-77. Umpan silang Piyaphon disambar tandukan Teerasil, sehingga ia membuat gol keempatnya di Piala AFF 2012. Namun empat menit kemudian, Schaefer diusir wasit, karena melakukan protes terhadap Malaysia menyusul adanya sorotan laser yang ditujukan kepada para pemainnya.

Malaysia yang memburu kemenangan agar memudahkan langkah mereka ke final mendapatkan peluang emas dua menit menjelang pertandingan berakhir. Namun Kawin tampil cemerlang untuk melakukan penyelamatan terhadap bola sundulan Safee Sali yang memantul di lapangan. Skor 1-1 pun bertahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Malaysia: Farizal Marliyas (GK), Mahalli Jasuli, Bunyamin Umar (Mohd Zubir 85'), Aidil Zafuan, Safiq Rahim (C), Norshahrul Idlan, Amar Rohidan (Safee Sali 73'), Gary Robbat, Azzamuddin Akil, Baddrol Bakthiar (Subramaniam Kunanlan 73'), Fadhli Shas.
Cadangan: Khairul Fahmi, Faizal Muhammad, Mohd Zubir, Safee Sali, Azmi Muslim, Akhmad Fakhri, Subramaniam Kunanlan, Khyril Muhymeen, Ahmad Hazwan,

Thailand: Kawin Thamsatchanan (GK), Panupong Wongsa (C), Theerathon Bunmathan (Sompong Soleb 51'), Chonlatit Jantakam, Datsakorn Thonglao (Kirati Keawsombut 76'), Anucha Kitpongsri, Adul Lahsoh (Apipoo Sunthornpanavej 58'), Jakkapan Pornsai, Phichitphong Choeichiu, Piyapol Bantao, Teerasil Dangda,
Cadangan: Sinthaweechai Hathairattanakool, Niweat Siriwong, Nataporn Phanrit, Sumanya Purisay, Kirati Keawsombut, Prayad Bunya, Sompong Soleb, Apipoo Sunthornpanavej, Chanathip Songkrasin.
Sumber: goal.com

Sabtu, 01 Desember 2012

Nike Match Report: Malaysia 2-0 Indonesia

Piala AFF 2012
Indonesia tersingkir dari ajang Piala AFF Suzuki 2012 setelah kalah 2-0 dari Malaysia di stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (1/12) malam WIB.

Dengan kemenangan yang didapat Singapura atas Laos, Indonesia kalah dalam perolehan poin dan hanya bisa menempati posisi ketiga klasemen Grup B dengan empat angka.

Adapun di atas Indonesia bercokol Malaysia dan Singapura, yang sama-sama mengantungi enam poin dan berhak melenggang ke semi-final Piala AFF Suzuki 2012.

Babak I

Indonesia tampil menekan sejak awal. Sejumlah kesempatan pun sudah dimiliki pasukan Merah Putih, di antaranya lewat tendangan Syamsul Arif di menit empat. Namun arahnya masih kurang tepat sasaran.

Beberapa menit kemudian, giliran Fendry Mofu yang menguji peruntungan lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Bola masih bisa diamankan kiper Farizal Marlias.

Di menit 16, Syamsul Arif mendapat kesempatan bagus membawa Indonesia unggul jika saja tendangan saltonya membuahkan hasil.

Lewat skema permainan yang bagus, Irfan Bachdim mendapat sodoran bola dari Mofu untuk kemudian melepas tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Namun Farizal masih bisa memblok bola sepakannya.

Nopendi juga mencoba kualitas tendangan jarak jauhnya beberapa detik kemudian, tapi masih tipis melintas di atas gawang Malaysia.

Malaysia mendapat kesempatan pertama mereka di menit 22. Tendangan Wan Zack masih bisa diblok barisan belakang Indonesia.

Gawang Indonesia kecolongan di menit 27. Umpan silang Mahali Jazuli berhasil disambut lewat tendangan keras Azammuddin bin Mohd Akil.

Dua menit berselang, Jazuli sendiri yang mencetak gol. Bola sodoran Wan Zack berhasil dilesakkan bek sayap Malaysia itu lewat tendangan keras dari jarak dekat.

Di menit 34, Nil Maizar memutuskan untuk mengganti Elie Aiboy dengan Andik Vermansyah untuk menambah daya gedor lini depan Indonesia.

Masuknya Andik cukup mengubah permainan Indonesia, tapi tak sampai menjebol gawang Malaysia. Sementara tim tuan rumah terus berusaha mencetak gol ketiga mereka, namun tak membuahkan hasil. Hingga berakhirnya waktu normal, skor 2-0 untuk keunggulan Malaysia bertahan.

Babak II

Indonesia berusaha bermain lebih agresif, untuk mengimbangi permainan Malaysia. Alhasil, kedua tim menunjukkan permainan yang menarik.

Di menit 59, Fadhli Shas melepas tendangan keras dari jarak jauh, tapi hanya tipis menyamping dari gawang Wahyu Tri Nugroho.

Indonesia berusaha terus menekan, termasuk dengan keputusan Nil Maizar memasukkan Johnny Van Beukering. Namun hingga menit 75, belum ada kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan.

Sementara Malaysia memainkan strategi serangan balik di 15 menit terakhir dengan menempatkan Safee Sali sendirian di lini depan.

Memasuki sepuluh menit terakhir laga, tekanan Indonesia semakin kencang. Andik juga terus dikawal dan dilanggar untuk meminimalkan pergerakan tim tuan rumah.

Di menit 85, Malaysia berkesempatan memperlebar keunggulan lewat tendangan bebas Safiq Rahim, namun bola kirimannya masih bisa dibendung Wahyu Tri.

Andik melepas tendangan keras dari luar kotak penalti di menit 89, namun masih tipis terbang di atas mistar gawang Malaysia.

Hingga peluit panjang ditiup wasit, Malaysia menang dengan skor 2-0. Malaysia memastikan langkahnya ke semi-final Piala AFF Suzuki 2012.

Susunan Pemain:
Malaysia: Farizal (GK), Mahalli, Zubir, Aidil, Safiq (C), Norshahrul, Safee, Azamuddin, Shakir Shaari, Wan Zack, Fadhli Shas

Indonesia: Wahyu Tri, Maitimo, Novan Setya, Nopendi, Fachruddin, Taufiq, Elie Aiboy, Vendry Mofu, Okto Maniani, Irfan Bachdim, Samsul Arif
Sumber: Goal.com - Sabtu 1 Desember 2012

Nike Match Report: Singapura 4 - 3 Laos

Piala AFF 2012
Singapura bangkit dari ketinggalan dan meraih kemenangan kedua di Piala AFF Suzuki 2012 sekaligus memastikan tiket ke babak semi-final sebagai juara Grup B, dan akan berjumpa dengan semi-finalis edisi dua tahun silam Filipina.

Laos sempat unggul dua gol di babak pertama lewat Khampeng dan Keoviengphet, namun menjelang akhir babak pertama, pergantian pemain jitu yang dilakukan pelatih Radojko Avramovic membuat Singapura memperkecil ketinggalan lewat kapten Shahril Ishak.

Sang kapten menyamakan kedudukan di awal babak pertama, sebelum kemenangan ditutup gol Khairul Amri dan Fazrul Nawaz, dan Laos memperoleh gol hiburan dari penalti Khampeng.

Filipina akan menjadi tuan rumah pada partai pertama di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (8/12), dan empat hari kemudian, giliran the Azkals berkunjung ke Stadion Jalan Besar.

Babak Pertama


Demi memastikan lolos ke empat besar, the Lions langsung berusaha mendobrak sejak menit pertama, dengan turunnya Aleksandar Duric, Shahril Ishak, Fazrul Nawaz. Krisis di lini belakang memaksa Shi Jiayi tampil sebagai bek sayap.

Tapi aksi pertama Singapura justru berakhir dengan kartu kuning bagi Fazrul, saat dinilai wasit melanggar keras kiper Sengphachan, dan akhirnya harus diganti oleh Soukhtavy.

Laos juga menguasai pertandingan, dengan tendangan Khampeng harus ditepis Izwan, tetapi kiper Singapura itu gagal mencegah Khampeng untuk membuka skor pada menit ke-21, saat aksi Keovingphe dari sayap kanan gagal diantisipasi pertahanan Singapura, dan umpan menyusur tanah tinggal dibelokkan dengan mudah oleh Khampeng.

Singapura pun mengandalkan keunggulan mereka dalam duel di udara dan situasi bola mati, dan Duric hampir saja menyamakan kedudukan jika sundulannya tak melenceng dari gawang.

Secara mengejutkan, Laos tiba-tiba menggandakan keunggulan lewat liukan dan tendangan Keoviengphet, lima menit menjelang jeda, yang lagi-lagi memaksa Izwan memungut bola dari gawangnya.

Ketinggalan dua gol, Singapura mulai panik, dan Baihakki hampir memperkecil ketinggalan tapi sundulannya dalam situasi tendangan penjuru gagal menemui sasaran, dan pelatih Raddy Avramovic mengubah strategi dengan menarik keluar Bennett dan Qiu Li, untuk Shaiful Esah, yang tak tampil saat dikalahkan Indonesia akibat cedera, dan Khairul Amri.

Pergantian pemain ini langsung membuahkan hasil dengan umpan lambung Mustafic diarahkan Safuwan dengan sundulannya ke arah gawang, dan bola tanpa ambun disambar kapten Shahril Ishak untuk memperkecil ketinggalan.

Babak Kedua

Tak seperti di awal babak pertama, Singapura langsung menekan di babak kedua, saat tendangan Duric memaksa kiper Soukhtavy berjibaku di menit pertama babak kedua, dan tujuh menit kemudian, kapten Shahril bangkit sebagai penyelamat untuk menyamakan kedudukan.

Umpan lambung jauh dari lapangan permainan mereka sendiri oleh Shi Jiayi, disontek Duric ke arah Shahril, hingga ketenangan dan usaha kerasnya berakhir dengan bola di gawang Soukhtavy. Shahril pun kini menjadi pencetak gol terbanyak sementara untuk Piala AFF Suzuki 2012 dengan empat gol dari tiga pertandingan.

Singapura tak puas dengan hasil imbang, meski hasil itu mungkin cukup meloloskan mereka ke empat besar, dan Khairul Amri membuktikan kepercayaan pelatih Raddy untuk memasukannya dengan gol tendangan bebas pada menit ke-63.

Pertahanan Laos seperti lengah, dan dua menit kemudian, umpan silang pemain pengganti lain Shaiful Esah berhasil mengarah tepat bagi Fazrul Nawaz untuk menjebol gawang Laos keempat kali dengan diving header.

Namun, Shaiful menjadi pemeran antagonis saat Laos memperkecil ketinggalan, karena pelanggarannya terhadap Ketsada di kotak terlarang, berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh Khampheng sembilan menit sebelum bubaran, sekaligus menyamakan pencapaian Shahril dengan empat gol dari tiga laga babak grup..

Tapi Laos gagal memanfaatkan momentum itu untuk bangkit, dan Singapura melenggang ke babak semi-final untuk berjumpa dengan Filipina.


Susunan Pemain
Singapura: Izwan Mahbud, Safuwan Baharudin, Baihakki Khaizan, Daniel Bennett, Shahdan Sulaiman, Shi Jiayi, Qiu Li, Mustafic Fahrudin, Fazrul Nawaz, Shahril Ishak (c), Aleksandar Duric

Cadangan: Shaiful Esah, Isa Halim, Fazli Ayob, Hyrulniizam Juma'at, Khairul Amri, Firdaus Kasman, Hafiz Rahim, Joey Sim, Zulfahmi Arifin

Laos: Sengpachan Bounthisanh, Saynakhonevieng Phommapanya, Ketsada Souksavanh, Khampoumy Hanevilay, Soukaphone Vongchiengkham, Keoviengpheth Lithideth, Visay Phaphouvanin (c), Kanlaya Sysomvang, Sopha Saysana, Kovanh Namthavixay, Khampheng Sayavutthi

Cadangan: Khamla Pinkeo, Souksamay Manhmanyvong, Khonesavanh Sihavong, Phatthana Syvilay, Vilayout Sayyabounsou, Viengsavanh Sayyaboun, Daoneua Siviengxay, Phonepaseuth Sysoutham, Soukthavy Soundala
Sumber: Goal.com - 1 Desember 2012

Jumat, 30 November 2012

Jadwal dan Hasil Piala AFF 2012

1 Desember 2012
Group A
Pertandingan Kandang Tandang Gol
P Ma M I K M I K M I K GM GK
1 Thailand 9 3 3 0 0 2 0 0 1 0 0 9 2
2 Filipina 6 3 2 0 1 1 0 0 1 0 1 4 2
3 Vietnam 1 3 0 1 2 0 1 1 0 0 1 2 5
4 Myanmar 1 3 0 1 2 0 0 1 0 1 1 1 7






Group B
Pertandingan Kandang Tandang Gol
P Ma M I K M I K M I K GM GK
1 Singapura 6 3 2 0 1 1 0 0 1 0 1 7 4
2 Malaysia 6 3 2 0 1 1 0 1 1 0 0 6 4
3 Indonesia 4 3 1 1 1 1 1 0 0 0 1 3 4
4 Laos 1 3 0 1 2 0 0 1 0 1 1 6 10
.


SEMI  FINAL
08/12/12 18:00 WIB
12/12/12 19:00 WIB
Filipina     0 - 0 
Singapura 1 -  0


09/12/12 19:00 WIB
13/12/12 19:00 WIB
Malaysia    0 - 1
Thailand    3   2 -  1


 

FINAL

19/12/12 19:00 WIB = Singapura 3-1 Thailand
22/12/12 19:00 WIB = Thailand 1-0 Singapura
Singapura   0   3
Thailand     1   1  2

Singapura Juara AFF 2012.


Arief

ANALISA: Lima Cara Indonesia Kalahkan Malaysia


Butuh strategi khusus bagi Indonesia untuk bisa mengalahkan Malaysia, di depan pendukung lawan, di kandang lawan dan di bawah tekanan hebat dari dalam negeri.

Berbicara soal kans Indonesia lolos ke semi-final Piala AFF Suzuki 2012, jawabannya akan selalu ada, terlepas apakah kans itu besar atau kecil. Semuanya relatif.

Dan di turnamen sepakbola terbesar se-Asia Tenggara itu, timnas Indonesia bisa dibilang berada di posisi yang menguntungkan.

Di klasemen sementara Grup B, Indonesia mengungguli dua rival utama mereka, Singapura dan Malaysia, dalam perolehan angka. Hasil sekali imbang melawan Laos dan menang 1-0 atas Singapura menempatkan Andik Virmansyah Cs berada di posisi pertama dengan empat angka, unggul satu angka dari Singapura dan Malaysia.

Nah, peluang untuk lolos ke semi-final akan ditentukan di matchday terakhir Grup B melawan tuan rumah Malaysia pada Sabtu nanti.

Secara matematis, Indonesia hanya butuh hasil imbang untuk melenggang ke empat besar. Tapi Malaysia membutuhkan kemenangan untuk lolos, yang artinya tim tuan rumah akan mati-matian menaklukkan saudara serumpun mereka itu.

Tentunya sudah menjadi tugas Nil Maizar menentukan komposisi dan strategi terbaik untuk menghadapi pertandingan ini, dan hal itu bukan hal yang mudah dilakukan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan Nil untuk bisa meredam amukan Harimau Malaya untuk membawa Indonesia lolos ke semi-final? GOAL.com Indonesia punya masukan...

1. Bermain Agresif Tak Akan Membantu
Add caption
Bermain agresif berarti bermain menekan dengan teknik tinggi dan umpan-umpan cepat dan terarah, baik lewat udara atau menyusur tanah.

Melihat gaya permainan yang ditunjukkan Indonesia di dua laga sebelumnya, permainan seperti ini tak berjalan dengan baik. Pasalnya teknik bermain yang dimiliki skuat Merah Putih tak semuanya memiliki kualitas yang sama.

Sentuhan-sentuhan Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas sudah tak lagi ampuh, demikian juga umpan-umpan mereka. Pemain lain juga kerap salah memberikan umpan karena terlalu terburu-buru dalam melepas umpan.

Nil Maizar mungkin harus meminta pemainnya bermain lebih sabar, tenang dan tidak terburu-buru, tapi terus menekan lawan ketika kehilangan bola.


2. Memaksimalkan Kecepatan Andik dan Okto Maniani
Dari dua pemain tersebut, Andik Vermansyah menjadi pemain yang paling menonjol kualitasnya. Tapi bukan berarti Okto Maniani boleh dipandang remeh.

Keduanya memiliki kesamaan, yaitu memiliki kecepatan dan sama-sama bermain di sisi sayap lapangan. Dengan mengandalkan keunggulan mereka itu, Indonesia bisa jadi mendapatkan hasil yang dibutuhkan.

Yang menjadi masalah kemudian adalah kapan Andik dan Okto dimainkan. Nil Maizar menjadi orang yang paling tahu kebutuhan timnya dan keputusannya di laga melawan Singapura, dengan memainkan Andik di babak kedua, terbukti membuahkan hasil yang manis.

Bisa jadi skema permainan itu kembali diterapkan Nil, dengan Okto bermain ngotot di babak pertama, membuat pemain Malaysia kelelahan, dan di babak kedua Andik menggantikan perannya dengan determinasi dan kemampuan mencetak gol yang lebih baik.

3. Lini Pertahanan Harus Bersabar
Satu hal yang bisa disimpulkan dari kemenangan 4-1 atas Laos kemarin, yaitu hampir semua pemain tengah dan depan Malaysia berpotensi merepotkan pertahanan Indonesia.

Gol-gol yang tercipta ke gawang Laos berawal dari skema permainan yang tersusun rapi. Gol pertama berasal dari tendangan bebas Safiq Rahim, yang kedua dari umpan terukur Wan Zack untuk dituntaskan Safee Sali.

Gol ketiga Malaysia dilesakkan Wan Zack, juga lewat tandukan, sebelum Mohd Khyril Muhymeen memastikan kemenangan dengan golnya di menit 80.

Dari gol tersebut, Indonesia boleh belajar bahwa ancaman bisa datang dari mana saja. Malaysia juga memiliki tim yang lebih solid karena sudah dibentuk sejak lama.

Nil Maizar juga sepertinya sudah memperbaiki komposisi lini belakang. Saat melawan Laos, beberapa kali Wahyu Widjiastanto dkk kecolongan. Tapi saat melawan Singapura, mereka bermain lebih sabar dan tenang. Untuk lawan Malaysia, Wahyu dkk harus meningkatkan kualitas mereka, setidaknya satu level lagi.
 
4. M Taufik dan Irfan Bachdim Harus Mainkan Tempo
Meski tak menonjol, harus diperhatikan bahwa M Taufik dan Irfan Bachdim memegang kendali penting dalam baik buruknya permainan Indonesia di dua laga terakhir.

Saat melawan Laos, Irfan terlihat bermain penuh determinasi. Sementara Taufik lebih tenang di lini tengah dengan menjadi penyeimbang lini per lini. Pemandangan ini juga terlihat saat melawan Singapura.

Nah, ada harapan besar keduanya bisa meningkatkan, atau setidaknya mempertahankan kualitas permainan mereka itu. Karena aliran bola, permainan tempo dan keseimbangan lini per lini ada di tangan mereka.

5. Tidak Membuat Kesalahan Bodoh
Add caption
Masih ingat apa yang dilakukan Endra Prasetya di laga melawan Laos? Bagi seorang kiper yang ingin disebut berlevel profesional, bola seperti itu harusnya disergap dengan tangan, bukan dengan kaki.

Hasilnya pun bisa diketahui, kartu merah langsung. Indonesia pun merugi. Untungnya bisa meraih hasil 2-2.

Di laga melawan Singapura, ada juga yang membuat kesalahan bodoh dan tidak perlu. Taufik yang menghalang-halangi pemain Singapura di momen tendangan bebas, dengan berlagak mengatur teman-temannya untuk membentuk pagar betis. Atau Wahyu Widjiastanto yang menendang bola menjauh setelah wasit meniup terjadinya pelanggaran.

Kesalahan-kesalahan tidak perlu seperti itu harusnya bisa dihindarkan dan tidak perlu diragukan. Pasalnya kerugian yang didapat tim nilainya jauh lebih besar. Pemain harus lebih bersikap bijak dan tidak emosional.


Foto Populer Piala Dunia 2014

Bola

Soccer 2012

More Doodles

Arief