Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

Obama Puji Timnas AS Setinggi Langit


Bersama para staffnya di Gedung Eisenhower Executive Office, Washington, (1/7/2014), Presiden AS Barack Obama menyaksikan aksi Tim Howard dkk berlaga melawan Timnas Belgia di laga 16 besar Piala Dunia 2014.
Presiden AS Barrack Obama sangat kagum dengan penampilan timnas AS di Piala Dunia 2014. Bahkan, Obama menyempatkan diri untuk menelepon kapten AS Clint Dempsey dan kiper Tim Howard setelah aksi heroik mereka melawan Belgia pada laga perempat final, Rabu (2/7/2014) kemarin.

Timnas AS memang kalah 1-2 lawan Belgia di laga itu. Namun, Belgia tidak meraih kemenangannya dengan mudah karena harus melewati babak perpanjangan waktu.

Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube oleh akun resmi Gedung Putih, Obama menyampaikan pujiannya melalui duo andalan timnas, Dempsey dan Howard.

"Clint, Tim, saya hanya ingin berbicara melalui telepon ini untuk mengatakan kalian sudah menampilkan yang terbaik dan kami bangga. Kalian melakukan perubahan besar," ucap Obama dilansir Daily Mail. - 



"Sebagai seseorang yang awam dalam olahraga sepak bola, dan meskipun saya tidak selalu melihat kalian bertanding, cara Anda merebut hati dan pikiran negara ini sangat luar biasa. Ini adalah pertama kalinya membuat seluruh negara fokus kepada sepak bola."

Tak hanya Dempsey, Obama juga berbicara khusus kepada Howard. Dia mengaku terpesona dengan penampilan impresif yang dilakukan sang kiper, terutama saat melakukan 15 penyelamatan kontra Belgia.

"Tim, saya tak tahu bagaimana Anda menghadapi kerumunan massa saat kembali nanti. Anda harus mencukur brewok agar mereka tidak mengenali Anda," ucap Obama tersenyum.
Sumber: bola.liputan6.com - 3 Juli 2014.

Sabtu, 16 Maret 2013

Tugas Berat KLB PSSI

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
JAKARTA, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dinilai akan menghadapi tantangan berat untuk menyatukan kompetisi sepak bola nasional. Dilatarbelakangi konflik berkepanjangan, harus ada niat baik dari para pengurus sepak bola agar ke depannya dapat membentuk kompetisi yang sehat.

Demikian diungkapkan pengamat sepak bola, Anton Sanjoyo, menanggapi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan berlangsung 17 Maret mendatang. Menurut Anton, dari empat agenda yang akan dibahas dalam kongres tersebut, penyatuan kompetisi adalah masalah krusial.

KLB PSSI akan membahas empat agenda, diantaranya pengembalian empat anggota Eksekutif Komite yang dipecat, revisi statuta, penyatuan liga sepak bola profesional, dan peserta KLB adalah peserta Kongres Solo. Empat agenda itu dibuat berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) Kuala Lumpur, Maret 2012.

"Penyatuan liga itu adalah masalah krusial dan harus dibuat road map-nya. Kalau menurut saya, salah satu operator kompetisi harus ada yang dibubarkan," ujar Anton kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Anton menjelaskan, awalnya struktur dan peserta kompetisi sepak bola Indonesia dibentuk dalam kongres di Bali pada Desember 2010. Ia menilai semua keputusan itu tidak dapat diubah oleh sejumlah anggota Exco seperti yang sempat dilakukan PSSI pada 2011.

Anton mengatakan, latar belakang tersebut harus dipahami dengan baik agar apa pun langkah ke depannya harus tetap berpatokan terhadap kongres di Bali. Meskipun jika ingin diubah, ia menilai, harus juga melalui tahapan setingkat kongres baik kongres kerja tahunan dan pemilihan.

"Jadi, kalau KPSI dibilang harus membubarkan diri, ya, IPL harus juga membubarkan diri dan semua yang terkandung dalam IPL harus membubarkan diri. Jadi, saya kira harus melihat ini dengan logika yang lurus," tuturnya.

Soal pembenahan sistem kompetisinya sendiri, Anton mengakui masih sangat banyak pekerjaan bagi pengurus sepak bola nasional. Maklum saja, hingga kini sepak bola Indonesia belum menyelesaikan persoalan-persoalan utama seperti pembenahan mutu wasit, gaji pemain, fasilitas lapangan, dan sebagainya.

Anton mengungkapkan, berpatokan kepada road map FIFA mengenai penyelenggaraan liga profesional ada sekitar 240 poin yang harus dipenuhi. Namun, menurutnya, jika ada keseriusan dari pengurus sepak bola Indonesia untuk melaksanakan poin-poin itu, persoalan bisa diselesaikan.

"Tetapi, jika masalah tersebut dibenahi satu tahun, 10 poin saja, itu sudah luar biasa. Kalau mau berbicara membuat kompetisi yang baik, penuhi langkah-langkah itu saja lalu poin-poin itu dipenuhi," kata Anton.
Sumber: KOMPAS.com - Jumat, 15 Maret 2013 


Masalah Sepak Bola Indonesia Pasca-KLB
JAKARTA,  Persoalan sepak bola Indonesia dipandang tak akan berakhir melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 17 Maret mendatang. Pergantian ketua umum dipandang sebagai solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang telah berlarut-larut itu.

"Saya masih pesimistis kalau kongres akan memperbaiki semuanya. Tapi, minimal kongres ini cuma menjalankan syarat dari FIFA. 'Kan ada empat poin yang dibawa di situ. Mau lebih konkretnya, KLB itu harus (ada) pergantian ketua umum tanpa melibatkan pihak Djohar Arifin dan La Nyalla (Mattalitti)," kata Wakil Ketua Umum The Jakmania, Richard Achmad, kepada Kompas.com, Jumat (15/3/2013).

KLB PSSI akan membahas empat agenda, di antaranya pengembalian empat anggota Eksekutif Komite yang dipecat, revisi statuta, penyatuan liga sepak bola profesional, dan peserta KLB adalah peserta Kongres Solo. Empat agenda itu disusun berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) Kuala Lumpur antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada Maret 2012.

Pihak KPSI mewacanakan adanya agenda tambahan, yakni penentuan waktu dan tempat pelaksanaan kongres biasa. Richard mensinyalir, usulan tambahan agenda tersebut sebagai awal kebangkitan orang-orang lama untuk menguasai PSSI PSSI.

"Yang harus dikawal bukan kongres namun pasca kongresnya. Sepak bola kita mau diapain? Ada wacana setelah KLB ada kongres biasa. Dalam kongres biasa, bisa terjadi pergantian ketua umum. Lebih baik dikonkretkan di KLB saja sekalian. Yang pasti, akan ada babak baru orang-orang lama yang sudah jelek masuk kembali. Pascakongres itu bukan memperbaiki sepak bola tetapi memunculkan 'mafia-mafia'," tegasnya.

Seandainya agenda pemilihan ketua umum baru terealisasi, Richard menginginkan kedua kubu yang bertikai tak kembali terlibat dalam PSSI. Terlebih, lanjut Richard, Djohar telah gagal karena sejak memimpin PSSI, persoalan semakin bertambah. "Semua berharap dia bisa menyelesaikan persoalan. Tapi, dia malah menambah persoalan. Ini yang akhirnya yang awalnya menjadi pendukungnya berbalik menjadi lawan politiknya," ulas Richard.

Terlepas dari itu, Richard mengaku pesimistis KLB bisa berjalan dengan sukses mengingat masih terjadinya perbedaan pandangan soal voters. Djohar memutuskan tetap menggunakan daftar pengurus lama di tingkat pengurus provinsi sebagai peserta KLB. Tiga anggota tim dari Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) menilai pergantian pengurus tidak sah, sehingga yang berhak menjadi delegasi adalah pengurus lama.

Hal itu bertentangan dengan pandangan tiga anggota tim verifikasi dari PSSI yang menilai, pengurus barulah yang berhak menjadi delegasi sebagai pemilih dalam KLB. Semuanya berlandaskan keputusan FIFA bahwa peserta kongres adalah lembaga/institusi, bukan perorangan. "Akan ada yang bikin deadlock. Kongres belum secara meyakinkan menyelesaikan persoalan sepak bola Indonesia," tegasnya.
Sumber: KOMPAS.com - Jumat, 15 Maret 2013

Pemerintah Akan Kawal KLB PSSI
JAKARTA, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengatakan, pemerintah akan mengawal secara penuh pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret 2013. Mantan anggota Komisi I DPR itu berharap kongres yang akan dilaksanakan di Hotel Borobudur tersebut bisa berjalan lancar.

"Tapi, kalau ada upaya mengganggu kongres, saya selaku pemerintah pusat kemudian Pak Jokowi selaku Pemerintah DKI Jakarta juga siap-siap mengamankan proses itu dan tidak ragu-ragu untuk bertindak karena ini kan hajat kita bersama," ujar Roy Suryo di Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Roy juga mengatakan, pihaknya terus berupaya agar konflik sepak bola Tanah Air bisa segera diselesaikan dalam kongres tersebut. Karena itu, politisi Partai Demokrat itu berharap semua pihak ikut menjaga situasi dan kondisi saat kongres tersebut berlangsung.

Sementara itu, terkait polemik peserta kongres yang masih simpang siur, Roy kembali menegaskan, yang sah adalah 100 voters yang sudah diputuskan dalam SK No SKEP/32/JAH/III/2013 tertanggal 8 Maret 2013 tentang daftar voters KLB PSSI tanggal 17 Maret 2013. Menpora berharap agar masalah tersebut tidak terus dijadikan polemik.

"Sudah lama kita ingin agar persatuan ini bisa terbentuk. Harus diingat, kongres ini milik voters, Exco pun belum tentu hadir. Saya juga tidak punya suara dalam kongres ini, jadi saya tidak punya kepentingan apa-apa. Saya hanya sebagai fasilitas," kata Menpora.
Sumber: KOMPAS.com — Kamis, 14 Maret 2013





Roy Suryo Ragukan Notula Rapat Exco PSSI
JAKARTA, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, meragukan kebenaran notula rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 7 Maret 2012, terkait jumlah voters Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dipermasalahkan sejumlah anggota Exco. Menpora menilai surat notula yang sempat ditunjukkan kepadanya itu palsu.

Pada Rabu (13/3/2013), muncul dua surat yang kembali menambah kesimpangsiuran voters KLB PSSI. Surat pertama merupakan notula rapat Exco pada 7 Maret yang diikuti Djohar Arifin Husin (Ketua Umum PSSI), Farid Rahman, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Widodo Santoso, Mawardi Nurdin, dan Tuty Dau. Pada salah satu halaman dalam notula itu berisi daftar nama 18 pengprov yang memiliki perbedaan dengan yang diumumkan salah satu anggota Tim Verifikasi, Sefdin Syaifudin.

Dalam notula itu, tertera tanda tangan Djohar dan Farid selaku Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI beserta lima anggota Exco lainnya. Sementara surat lain yang beredar adalah Surat Keputusan (SK) No SKEP/32/JAH/III/2013 tentang daftar voters KLB PSSI tertanggal 17 Maret 2013. Dalam SK itu, terdapat juga daftar 100 pemilik suara yang diklaim merupakan peserta sah KLB. Akan tetapi, ke-16 di antaranya berbeda dengan notula rapat Exco pada surat pertama.

Namun, yang menjadi polemik adalah Djohar juga menandatangani SK tersebut. Djohar sebelumnya membantah pernah menandatangani notula yang ditunjukkan sejumlah anggota Exco, karena pada 7 Maret itu dia mengaku tengah berada di Medan untuk mengikuti acara pemilihan kepala daerah.

Roy Suryo mengakui, memang ketika beberapa anggota Exco menunjukkan notula rapat Exco tersebut Djohar juga hadir. Namun, ketika itu, Djohar mengaku menandatangani notula itu di bandara dan posisi surat pun tidak berbentuk dalam format notula rapat Exco.

"Setelah saya lihat lagi, pada notula itu juga terdapat keanehan. Saya terus terang juga meragukan notula itu dan bahkan di belakang itu ada tujuh tanda tangan. Tapi, di setiap halaman ada lima paraf. Berarti ada dua yang tidak paraf. Itu cacat hukum," ujar Roy Suryo di Jakarta, Kamis (14/3/2013).

"Yang menarik, justru tiba-tiba salah satu Exco menambahkan tanda tangan lagi di situ dan saya curiga itu prosesnya bisa jadi tidak ada rapat yang sebenarnya. Setelah saya tanyakan ini rapatnya kapan, mereka menyebut itu tanggal 7. Tapi, karena tidak dilakukan di Kantor PSSI, ya sudah, kalau rapat itu harusnya di PSSI," tambahnya.

Ketika ditanya kembali mengenai langkah lima anggota Exco yang akan melaporkan ke FIFA terkait persoalan tersebut, Menpora mengatakan,"Mereka itu pun bisa dilaporkan oleh kantor saya karena menipu Menteri. Jadi, di hadapan pejabat negara berani-beraninya mengajukan surat palsu. Sekarang, Biro Hukum dari Kemenpora akan memproses ini dan mereka bisa ditangkap polisi."

Meski begitu, Roy Suryo, mengaku tidak akan langsung melakukan proses hukum tersebut. Politisi Partai Demokrat itu menyatakan akan lebih dulu menunggu KLB PSSI pada 17 Maret mendatang selesai.

"Jadi, sebelum mereka melapor, mereka harus tanggung jawab dulu soal surat yang mereka tunjukkan. Berani-beraninya ditunjukkan kepada seorang pejabat negara. Untung saja, saya tidak marah," kata Menpora Roy Suryo.
Sumber: KOMPAS.com - Kamis, 14 Maret 2013
 

Selasa, 22 Januari 2013

"Bubarkan PSSI dan KPSI, Saya Rela Digugat"

Mengaku tak begitu kompeten di bidang olahraga, apa langkah dia?
 
Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo langsung pusing tujuh keliling begitu dilantik sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang baru pada 15 Januari lalu. Selain kasus korupsi Hambalang, satu persoalan yang tak kalah pelik langsung menghadangnya: konflik Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang sudah dua tahun tak kunjung usai.

Persepakbolaan nasional terus dirundung dualisme--mulai dari dualisme federasi, dualisme liga, sampai dualisme tim nasional. Sebagai Menpora baru, Roy Suryo berjanji akan bekerja cepat untuk menuntaskan masalah ini. Waktunya tak banyak, cuma sampai 16 Maret, sesuai tenggat yang telah ditetapkan FIFA. Cilakanya, belum apa-apa dia sudah memantik kontroversi. Tersiar kabar bahwa dia pagi-pagi sudah melansir pernyataan akan membubarkan PSSI maupun oposisinya, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Benarkah? Berikut petikan wawancara dengan politisi Partai Demokrat kelahiran Yogyakarta 44 tahun lalu itu.

Apa langkah pertama Anda sebagai Menpora?

Kita mulai babak baru kepemudaan dan keolahragaan Indonesia. Saya ingin memulai hal yang baru. Saya mohon doa restu dari semuanya. Saya mengerti bahwa saya bukan orang yang sangat berkompeten dalam dunia kepemudaan dan olahraga. Saya sangat menyadari itu. Tapi, instruksi dari Presiden sudah sangat jelas. Ada tiga arahan langsung.

Yang pertama: konsolidasi. Itu, alhamdulillah, sebelum saya dilantik sudah coba saya lakukan. Teman-teman di Kemenpora akan saya ajak bersama-sama. Kita akan memegang satu warna, yaitu Merah Putih. Tidak ada lagi kubu-kubu.

Saya sudah bertemu dengan Mas Andi Mallarangeng, Pak Adhyaksa Dault, Pak Hayono Isman, dan bahkan Pak Akbar Tanjung (Menpora sebelumnya, Red.). Saya tidak ingin ada friksi di dalam. Semua keluarga besar Kemenpora. tidak ada 'orangnya A' atau 'orangnya B'. Intinya dengan konsolidasi yang kuat kami akan menuntaskan setidaknya dua hal.

Pertama, saya akan mempercepat penyelesaian kendala yang sedang dialami Satlak Prima, di mana kita harus mempersiapkan diri menghadapi event besar yaitu SEA Games 2013 di Myanmar. Kendala terbesar adalah anggaran. Sampai hari ini anggaran belum turun. Tapi, saya kemarin sudah berkomunikasi dengan teman-teman di Komisi X DPR RI. Meskipun belum ada rapat dengar pendapat, saya minta tolong dibantu. Anggaran Rp1,9 triliun itu harus turun segera. Jangan sampai atlet kita sendiri yang menanggung biaya latihan.

Yang kedua adalah masalah PSSI. Itu harus dituntaskan.

Apa langkah terdekat Anda untuk menyelesaikan kemelut PSSI?

Saya akan pastikan agar langkah-langkah yang sudah diambil para pendahulu saya dilaksanakan; termasuk yang diambil tim Pak Agung Laksono, yakni pembentukan Task Force. Di sana ada beberapa kesepakatan.

Saya akan lihat apakah kesepakatan-kesepakatan itu dipatuhi atau tidak. Kalau sudah tanda tangan tapi tidak dipatuhi, saya akan bertemu dengan dua tokoh yang sering disebut-sebut berada di balik masalah ini. Kalau kedua orang itu kesulitan datang ke sini (kantor Kemenpora), maka saya yang akan sowan ke sana.

Selaku wakil masyarakat, saya ingin sekali masalah ini selesai dengan cepat. Dan memang sering saya katakan: pilihannya hanya salah satu (PSSI atau KPSI), atau tidak semuanya. Kalaupun saya harus memilih tidak semuanya, itu adalah pilihan terakhir. Tapi, itu dengan restu rakyat Indonesia dan ridha Allah Subhanallah.

Saya juga menyiapkan langkah-langkah jika nanti ada gugatan dan sebagainya.

Jadi, artinya benar Anda mau membubarkan PSSI dan KPSI?

Saya tidak bisa mengatakan benar atau tidak. Tapi, itu termasuk salah satu opsi kebijakan kalau tidak ada opsi lain yang bisa dipilih.

Banyak yang mengatakan mereka agak sulit disatukan. Kalau tidak bisa disatukan, kan tidak mungkin juga diduakan. Kita kan tidak mungkin punya dua induk olahraga sepakbola. Harus jadi satu.

Kalau tidak bisa jadi satu, dua-duanya tidak mau, ya akan dicari solusi yang sangat clear dan tepat sesuai hukum dan tanpa melanggar Statuta PSSI. Pembubaran kalau dilakukan dengan cara-cara sesuai hukum, saya pikir tidak masalah.

Saya selaku wakil pemerintah siap bertanggung jawab. Saya rela digugat karena gugatan dalam olahraga itu tidak akan ada perdata, apalagi pidana. Adanya arbitrase. Insya Allah kita akan selesaikan ini semua.

Penanganan konflik PSSI telah diserahkan kepada KOI (Komite Olimpiade Indonesia). Anda setuju?

KOI itu kan bagian IOC (International Olympic Committee). Fungsinya sebenarnya menangani hal-hal yang berhubungan dengan event-event di luar negeri. Apakah ini harus ditangani KOI atau tidak, nanti akan kami lihat lagi.

Apa komentar Anda soal keterlambatan pembayaran gaji pemain di beberapa klub sepakbola?

Kalau soal gaji, itu nanti akan saya clear-kan terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terlibat.

Indonesia sukses jadi juara umum SEA Games 2011. Apa target Anda untuk SEA Games tahun ini?

Kita tidak mungkin sama persis seperti yang di Palembang. Saat itu kita cukup punya waktu untuk mengatur cabang-cabang olahraga. Tapi, kami akan pelajari cabang olahraga mana yang masuk olimpiade dan non olimpiade. Nanti ada statistiknya, berapa persen cabang olahraga olimpiade dan non olimpiade. Nanti akan kita sinergikan.

Pakar-pakar olahraga akan kami mintai bantuan karena saya bukan ahli di bidang itu. Saya tidak berani memasang target apakah harus juara umum atau tidak. Tapi kalau kita lihat statistik, setiap kali kita jadi tuan rumah SEA Games, biasanya kita juara umum. Kalau tidak, biasanya Thailand atau negara lain yang juara. Yang jelas waktu saya tidak banyak untuk bekerja.

Soal janji bonus besar untuk atlet SEA Games akan tetap Anda pertahankan? 
Insya Allah tetap ada. 
Sumber: analisis.news.viva.co.id - Minggu 20 Januari 2013

Jumat, 30 November 2012

ANALISA: Lima Cara Indonesia Kalahkan Malaysia


Butuh strategi khusus bagi Indonesia untuk bisa mengalahkan Malaysia, di depan pendukung lawan, di kandang lawan dan di bawah tekanan hebat dari dalam negeri.

Berbicara soal kans Indonesia lolos ke semi-final Piala AFF Suzuki 2012, jawabannya akan selalu ada, terlepas apakah kans itu besar atau kecil. Semuanya relatif.

Dan di turnamen sepakbola terbesar se-Asia Tenggara itu, timnas Indonesia bisa dibilang berada di posisi yang menguntungkan.

Di klasemen sementara Grup B, Indonesia mengungguli dua rival utama mereka, Singapura dan Malaysia, dalam perolehan angka. Hasil sekali imbang melawan Laos dan menang 1-0 atas Singapura menempatkan Andik Virmansyah Cs berada di posisi pertama dengan empat angka, unggul satu angka dari Singapura dan Malaysia.

Nah, peluang untuk lolos ke semi-final akan ditentukan di matchday terakhir Grup B melawan tuan rumah Malaysia pada Sabtu nanti.

Secara matematis, Indonesia hanya butuh hasil imbang untuk melenggang ke empat besar. Tapi Malaysia membutuhkan kemenangan untuk lolos, yang artinya tim tuan rumah akan mati-matian menaklukkan saudara serumpun mereka itu.

Tentunya sudah menjadi tugas Nil Maizar menentukan komposisi dan strategi terbaik untuk menghadapi pertandingan ini, dan hal itu bukan hal yang mudah dilakukan.

Lalu, apa yang bisa dilakukan Nil untuk bisa meredam amukan Harimau Malaya untuk membawa Indonesia lolos ke semi-final? GOAL.com Indonesia punya masukan...

1. Bermain Agresif Tak Akan Membantu
Add caption
Bermain agresif berarti bermain menekan dengan teknik tinggi dan umpan-umpan cepat dan terarah, baik lewat udara atau menyusur tanah.

Melihat gaya permainan yang ditunjukkan Indonesia di dua laga sebelumnya, permainan seperti ini tak berjalan dengan baik. Pasalnya teknik bermain yang dimiliki skuat Merah Putih tak semuanya memiliki kualitas yang sama.

Sentuhan-sentuhan Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas sudah tak lagi ampuh, demikian juga umpan-umpan mereka. Pemain lain juga kerap salah memberikan umpan karena terlalu terburu-buru dalam melepas umpan.

Nil Maizar mungkin harus meminta pemainnya bermain lebih sabar, tenang dan tidak terburu-buru, tapi terus menekan lawan ketika kehilangan bola.


2. Memaksimalkan Kecepatan Andik dan Okto Maniani
Dari dua pemain tersebut, Andik Vermansyah menjadi pemain yang paling menonjol kualitasnya. Tapi bukan berarti Okto Maniani boleh dipandang remeh.

Keduanya memiliki kesamaan, yaitu memiliki kecepatan dan sama-sama bermain di sisi sayap lapangan. Dengan mengandalkan keunggulan mereka itu, Indonesia bisa jadi mendapatkan hasil yang dibutuhkan.

Yang menjadi masalah kemudian adalah kapan Andik dan Okto dimainkan. Nil Maizar menjadi orang yang paling tahu kebutuhan timnya dan keputusannya di laga melawan Singapura, dengan memainkan Andik di babak kedua, terbukti membuahkan hasil yang manis.

Bisa jadi skema permainan itu kembali diterapkan Nil, dengan Okto bermain ngotot di babak pertama, membuat pemain Malaysia kelelahan, dan di babak kedua Andik menggantikan perannya dengan determinasi dan kemampuan mencetak gol yang lebih baik.

3. Lini Pertahanan Harus Bersabar
Satu hal yang bisa disimpulkan dari kemenangan 4-1 atas Laos kemarin, yaitu hampir semua pemain tengah dan depan Malaysia berpotensi merepotkan pertahanan Indonesia.

Gol-gol yang tercipta ke gawang Laos berawal dari skema permainan yang tersusun rapi. Gol pertama berasal dari tendangan bebas Safiq Rahim, yang kedua dari umpan terukur Wan Zack untuk dituntaskan Safee Sali.

Gol ketiga Malaysia dilesakkan Wan Zack, juga lewat tandukan, sebelum Mohd Khyril Muhymeen memastikan kemenangan dengan golnya di menit 80.

Dari gol tersebut, Indonesia boleh belajar bahwa ancaman bisa datang dari mana saja. Malaysia juga memiliki tim yang lebih solid karena sudah dibentuk sejak lama.

Nil Maizar juga sepertinya sudah memperbaiki komposisi lini belakang. Saat melawan Laos, beberapa kali Wahyu Widjiastanto dkk kecolongan. Tapi saat melawan Singapura, mereka bermain lebih sabar dan tenang. Untuk lawan Malaysia, Wahyu dkk harus meningkatkan kualitas mereka, setidaknya satu level lagi.
 
4. M Taufik dan Irfan Bachdim Harus Mainkan Tempo
Meski tak menonjol, harus diperhatikan bahwa M Taufik dan Irfan Bachdim memegang kendali penting dalam baik buruknya permainan Indonesia di dua laga terakhir.

Saat melawan Laos, Irfan terlihat bermain penuh determinasi. Sementara Taufik lebih tenang di lini tengah dengan menjadi penyeimbang lini per lini. Pemandangan ini juga terlihat saat melawan Singapura.

Nah, ada harapan besar keduanya bisa meningkatkan, atau setidaknya mempertahankan kualitas permainan mereka itu. Karena aliran bola, permainan tempo dan keseimbangan lini per lini ada di tangan mereka.

5. Tidak Membuat Kesalahan Bodoh
Add caption
Masih ingat apa yang dilakukan Endra Prasetya di laga melawan Laos? Bagi seorang kiper yang ingin disebut berlevel profesional, bola seperti itu harusnya disergap dengan tangan, bukan dengan kaki.

Hasilnya pun bisa diketahui, kartu merah langsung. Indonesia pun merugi. Untungnya bisa meraih hasil 2-2.

Di laga melawan Singapura, ada juga yang membuat kesalahan bodoh dan tidak perlu. Taufik yang menghalang-halangi pemain Singapura di momen tendangan bebas, dengan berlagak mengatur teman-temannya untuk membentuk pagar betis. Atau Wahyu Widjiastanto yang menendang bola menjauh setelah wasit meniup terjadinya pelanggaran.

Kesalahan-kesalahan tidak perlu seperti itu harusnya bisa dihindarkan dan tidak perlu diragukan. Pasalnya kerugian yang didapat tim nilainya jauh lebih besar. Pemain harus lebih bersikap bijak dan tidak emosional.


Rabu, 28 November 2012

Indonesia Taklukan Singapura 1-0

Andik: Gol Ini Buat Pembenci Timnas Indonesia

Rabu, 28 November 2012 | 20:39 WIB
KUALA LUMPUR, Gelandang tim nasional Indonesia, Andik Vermansah, senang dan puas bisa mencetak gol semata wayang yang menentukan kemenangan 1-0 atas Singapura pada penyisihan Grup B Piala AFF 2012, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Rabu (28/11/2012). dan, gol itu pun ia peruntukkan kepada para pembenci timnas Indonesia.

Andik mencetak gol pada menit ke-88 lewat tendangan bebas. Bekerja sama dengan Taufik, pemain Persebaya Surabaya ini melepaskan tendangan akurat yang bolanya masuk ke pojok kiri atas gawang Singapura yang dikawal kiper Mohamad Izwan Mahbud.

"Gol ini untuk orang Indonesia yang membeci timnas," ujar Andik saat ditemui wartawan usai pertandingan di area mix zone Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan kemenangan tersebut, Indonesia kini menduduki peringkat pertama dengan poin empat atau unggul satu angka dari Singapura di posisi kedua. Di pertandingan terakhir, Andik dan kawan-kawan akan menghadapi tuan rumah Malaysia, Sabtu (28/11/2012).

"Aku sangat senang sekali karena kemenangan ini akan menjadi modal kami lolos ke semifinal. Terima kasih sekali untuk dukungan masyarakat dan TKI di sini (Malaysia) yang telah mendukung kami," tegas Andik.



Indonesia Raya Bergema di Bukit Jalil
Rabu, 28 November 2012 | 20:12 WIB
KUALA LUMPUR, Lagu "Indonesia Raya" bergema di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, usai tim nasional mengalahkan Singapura 1-0 dalam matchday kedua Grup B Piala AFF 2012. Lagu tersebut dinyanyikan ribuan suporter Indonesia usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Gol itu berawal saat tendangan bebas yang dieksekusi Andik yang memberi bola ke Taufik pada menit ke-87. Setelah itu Taufik kembali memberikan umpan tersebut kepada Andik, yang langsung melepaskan tembakan akurat ke pojok kiri atas gawang Singapura dan gol.

Seperti dilaporkan wartawan Kompas.com, Ary Wibowo, dari Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, suasana haru pun menguat bersama lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan para suporter Indonesia. Rasa kebangsaan juga kembali mengental. Kebanggaan pun membumbung.

Ribuan suporter Indonesia yang berada di tribun utara stadion berjingkrak dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat dan juga membentangkan bendera Merah Putih raksasa.

Penggawa timnas dan jajaran pelatih yang melihat aksi itu pun langsung menghampiri para suporter untuk berterima kasih yang diiringi dengan tepuk tangan pendukung timnas. Dengan hasil ini, Indonesia berhasil memuncaki klasemen sementara Grup B dengan poin empat atau unggul satu angka dari Singapura yang harus di posisi kedua. Di laga terakhir, Andik Vermansah dan kawan-kawan akan menghadapi tuan rumah Malaysia, 1 Desember 2012.

"Merdeka...merdeka... Hiduplah Indonesia Raya!"



Andik: Jangan Benci Timnas

Rabu, 28 November 2012 | 19:40 WIB
Gelandang timnas Indonesia, Andik Vermansah, mengaku senang bisa mencetak gol yang mengantarkan kemenangan bagi "Garuda" atas Singapura pada lanjutan babak penyisihan Grup B Piala AFF 2012, Rabu (28/7/2012). Dengan kemenangan ini, Andik berharap masyarakat bisa terus memberikan dukungan bagi timnas demi memenuhi ambisi meraih juara.

"Masyarakat boleh membenci PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia). Tapi, jangan membenci timnas karena kami mengharapkan dukungan dari masyarakat Indonesia," jelas Andik dalam wawancaranya dengan Stasiun Televisi RCTI.

Andik mencetak gol sangat fantastis pada menit ke-88. Jauh dari luar kotak, gelandang Persebaya Surabaya tersebut mengeksekusi tendangan bebas. Bola meluncur deras ke pojok kiri atas gawang Singapura tanpa bisa diantisipasi kiper Mohamad Izwan Mahbud.

Hasil ini cukup bersejarah karena ini merupakan kemenangan perdana Indonesia atas Singapura dalam 14 tahun terakhir. Indonesia selanjutnya akan menantang rival abadinya Malaysia pada pertandingan terakhir di Stadion Bukit Jalil, Sabtu (1/12/2012). Tim besutan Nil Maizar wajib meraih angka penuh demi memastikan tiket semifinal.

"Kita masih harus memperbaiki beberapa hal terutama finishing akhir," ujarnya.



Tekuk Singapura, Indonesia Patahkan Kutukan 14 Tahun

Rabu, 28 November 2012 | 19:04 WIB
KUALA LUMPUR, Indonesia secara dramatis berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 1-0 pada lanjutan penyisihan Grup B Piala AFF 2012 di Stadion Bukit Jalil, Rabu (28/11/2012). Hasil ini merupakan kemenangan perdana Indonesia atas Singapura dalam 14 tahun terakhir. Tidak hanya itu, kemenangan ini pun memperbesar peluang Indonesia lolos ke babak semifinal.

Indonesia kini memimpin klasemen Grup B dengan nilai 4, menggeser Singapura yang nilainya 3. Sementara Laos di urutan ketiga dan Malaysia di posisi buncit. Indonesia hanya butuh hasil seri untuk ke semifinal.

Pelatih Indonesia menghadirkan kejutan dalam laga ini dengan menyimpan Bambang Pamungkas dan Andik Vermansyah. Posisi kedua pemain tersebut diisi oleh M Rahmat dan Elie Aiboy. Perubahan ini diharapkan agar Irfan Bachdim dan kawan-kawan bisa mendulang poin setelah sebelumnya ditahan imbang 2-2 oleh Laos pada laga perdana.

Indonesia langsung memberikan tekanan begitu pertandingan dimulai. Apalagi, seperti dilaporkan wartawan Kompas.com dari Stadion Bukit Jalil, Ary Wibowo, dukungan suporter Indonesia sangat bersemangat.

Oktovianus Maniani yang beroperasi di sayap kiri nyaris mencetak gol setelah berhasil merebut bola dari kesalahan back-pass yang dilakukan pemain belakang Singapura. Sayang, tembakan gelandang lincah asal Papua tersebut belum mengenai sasaran pada menit kelima.

Skuad "Garuda" semakin percaya diri. Namun, Indonesia terlalu terburu-buru dalam membangun serangan. Begitu mendapatkan bola di lini belakang, pemain langsung cepat melepaskan umpan panjang yang sering tak akurat ke lini depan.

Indonesia kembali melepaskan ancaman pada menit ke-21. Begitu menguasai bola dari umpan kepala Irfan Bachdim, Vendry Mofu melepaskan tembakan keras. Apes, bola tembakan gelandang Semen Padang tersebut masih bisa ditepis kiper Mohamad Izwan Mahbud.

Indonesia bukan tanpa ancaman. Shahdan Sulaiman yang memanfaatkan umpan dari tendangan bebas berhasil melepaskan tembakan keras. Beruntung, kiper Wahyu Tri Nugroho masih sigap menepis bola.

Indonesia berusaha tak membiarkan Singapura mengembangkan permainannya. Elie Aiboy dan kawan-kawan dengan hati-hati menggempur pertahanan Singapura. Namun, Indonesia terlihat tak menampilkan organisasi permainan yang rapi. Mereka kembali terburu-buru dalam menyerang, mudah kehilangan bola, dan melakukan kesalahan dalam mengumpan bola. Alhasil, serangan Indonesia mudah dipatahkan lawan meskipun mendominasi permainan. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Selepas jeda, Nil memasukkan Andik Vermansyah menggantikan Elie Aiboy. Gelandang Persebaya ini memang memiliki kecepatan yang sangat merepotkan pertahanan lawan seperti yang ditunjukkannya ketika melawan Laos pada laga perdana.

Permainan "Garuda" semakin menggigit. Indonesia berhasil mencetak gol yang diciptakan Okto pada menit ke-53. Namun, wasit Ali Hasan Ebrahim menganulir gol tersebut karena menilai Okto sudah terlebih dulu terperangkap offside.

Indonesia terus menjaga ritme permainannya. Sebuah umpan terobosan dari Andik cukup membahayakan pertahanan lawan. Namun, Mohamad Izwan Mahbud lebih cepat keluar dari gawangnya untuk menangkap bola sebelum Vendry menjangkau bola pada menit ke-55.

Sepuluh menit kemudian, Indonesia unggul jumlah pemain. Singapura harus bermain dengan sepuluh orang, menyusul kartu kuning kedua untuk Irwansyah setelah melanggar Andik.

Indonesia pun berusaha keras memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Sayangnya, Indonesia masih terlihat terburu-buru sehingga beberapa peluang terbuang percuma. Bahkan, Indonesia nyaris kebobolan seandainya tandukan Duric tak membentur mistar pada menit ke-80.

Indonesia belum menyerah. Akhirnya, Indonesia berhasil membobol gawang Singapura pada menit ke-88. Tendangan bebas Andik Vermansyah jauh dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok kiri atas gawang Singapura tanpa bisa diantisipasi Mohamad Izwan Mahbud. Gol itu pun memateraikan kemenangan Indonesia 1-0.

Susunan Pemain
Indonesia (4-4-2): 12-Wahyu Tri Nugroho, 4-Novan Setya Sasongko, 3-Raphael Guillerm Maitimo, 13-Wahyu Wijiastanto, 6-Fachruddin, 7-Taufiq, 26-Vendry Mofu, 28-Oktovianus Maniani (Rasyid 76), 8-Elie Aiboy (Andik Vermansyah 46); 10-Irfan Bachdim, 29-M Rahmat (Bambang Pamungkas 55).
Cadangan: 9-Samsul Arif, 2- Handi Ramdan, 14-Rasyid Assahid Bakrie, 18-Valentino, 25-Cornelis Gedi (pemain/kiper), 29-Rachmat Syamsuddin Leo, 4-Nopendi, 10-Bambang Pamungkas, 10-Andik Vermansyah.
Pelatih: Nil Maizar

Singapura (4-4-2): 1-Mohamad Izwan Mahbud; 5-Baihakki Khaizan, 7-Shi Jiayi, 8-Shahdan Sulaiman, 14-Hariss Harun (9-Aleksandar Duric 29), 15-Musatafic Fahrudin, 16-Daniel Bennett, 17-Mohammad Shahril Ishak, 19-Mohammad Khairul Amri, 20-Muhammad Irwan Shah, 21-Muhammad Safuwan baharudin.
Cadangan: 4-Mohammad Isa Abdul Halim, 9-Aleksandar Duric, 10-Fazrul Nawaz, 11-Qiu Li, 13-Muhammad Fazli Ayob, 18-Muhammad Hyrulnizam Juma'at, 24-Mohammad Firdaus Kasman, 29-Mohammad Hafiz Rahim, 34-Muhammad Zulfahmi Arifin.
Pelatih: Radojko Avramovic

Wasit: Ali Hasan Ebrahim (Bahrain)

Sumber: LIPSUS Kompas.com
arief

Kamis, 07 Juni 2012

Piala Eropa 2012 Dalam Angka

Rabu, 06/06/2012 15:48 WIB
Jakarta - Piala Eropa 2012 akan jadi turnamen nomor 13 antara negara-negara 'Benua Biru'. Dengan ada 16 negara peserta dan 368 pemain yang berpartisipasi, berikut statistik menarik terkait Euro 2012, seperti dikutip dari Huffingtonpost:

Sebanyak 31 pertandingan akan digelar dalam Piala Eropa 2012 nanti. Dimulai dari laga perdana Polandia vs Yunani di Warsaw's National Stadium pada Jumat (08/06/2012) dan partai puncak yang dilangsungka di Kiev's Olympic Stadium, Minggu (01/12/2012).

Ada 16 negara yang ikut ambil bagian di mana mereka dibagi ke dalam empat grup.

Polandia dan Ukraina selaku tuan rumah Piala Eropa 2012 telah mempersiapkan delapan stadion untuk menggelar total 31 pertandingan.

Sebanyak 5.500 relawan akan membantu selama Piala Eropa 2012 berlangsung.

Diperkirakan akan ada 150.000.000 pemirsa televisi menyaksikan acara pembuka dan penutup Piala Eropa 2012.

Sejauh ini tiket yang telah terjual sebanyak 1.400.000.

Enam ratus euro merupakan harga tiket termahal yang akan tersedia di Piala Eropa 2012.

Jumlah total keseluruhan pemain dari 16 tim yang akan berlaga di Piala Eropa 2012.

Iker Cassilas menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak di Piala Eropa 2012 yaitu 129 kali bermain untuk timnas Spanyol.

Rentang waktu empat minggu adalah waktu yang akan dicapai Roy Hodgsong sejak ia menukangi Inggris hingga nanti melakoni pertandingan perdana melawan Perancis.

Jerman adalah pemegang rekor juara terbanyak di Piala Eropa yakni sebanyak tiga kali.

Tujuh adalah jumlah gol yang berhasil dicetak Alan Shearer di Piala Eropa. Itu menempatkan ia di posisi kedua sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Eropa, di belakang Michel Platini yang berhasil menjaringkan sembilan gol.

Kiper Swedia, Andreas Isaksson, menjadi pemain paling jangkung di Piala Eropa 2012 ini dengan tinggi 199 centimeter.

Piala Eropa 2012 adalah Piala Eropa ke-13, dimana tim pertama yang berhasil memenangkannya adalah Uni Sovyet (Rusia--red) pada tahun 1960.

Inggris total akan menempuh perjalanan sejauh 5.000 mil atau sekitar 8.047 km dari markas mereka di Krakow, Polandia untuk menjalani ketiga tiga pertandingan pertama Piala Eropa.

Tropi Henry Delaunay yang menjadi tropi Piala Eropa memiliki tinggi 60 cm.

( din / mfi ) 
Sumber: sport.detik.com 

Rabu, 06 Juni 2012

Berita Untuk Piala Eropa 2012

EURO 2012—Spanyol bertaburan bintang klub domestik
Bisnis Indonesia
JAKARTA: Liga Spanyol merupakan salah satu barometer sepak bola Eropa. Itulah sebabnya, Vicente del Bosque tak begitu sulit memburu pemain terbaik dari klub domestik untuk dibawa ke Piala Eropa 2012. Dari 23 pemain yang didaftarkan Pelatih Spanyol ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »

Bisnis Indonesia
Suami-Istri Pelancong Pemburu Piala Eropa
KOMPAS.com
Mereka sengaja melancong dari negaranya untuk mendukung penampilan Belanda di Piala Eropa 2012. KETIKA Piala Eropa tiba, maka itu berarti pasangan Toon dan Margo harus berjalan panjang. Sudah menjadi tradisi, warga Eindhoven, Belanda ini akan mendukung ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »
Pembukaan Euro 2012 Diramaikan DJ Terkenal
KOMPAS.com
WARSAWA, KOMPAS.com - Upacara pembukaan Piala Eropa 2012 yang akan berlangsung di National Stadium Warsawa, Polandia, Jumat (8/6/2012), dipastikan akan berlangsung meriah. Acara tersebut akan berlangsung singkat selama 20 menit sebelum kick-off ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »
Nonton Euro 2012 sembari Wisata
Media Indonesia
POLANDIA dan Ukraina ternyata tidak membuat para penggemar Piala Eropa 2012 tertarik menyaksikan langsung laga di lapangan hijau secara langsung. Padahal ada, banyak tempat menarik di kedua negara itu yang bisa dikunjungi sembari digelarnya ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »

Media Indonesia
Jacksen: Mending Dukung Indonesia daripada Euro
KOMPAS.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua hari lagi pergelaran Piala Eropa 2012 akan digelar. Kebanyak pecinta sepak bola sudah menentukan tim jagoan di ajang bergensi dua tahunan tersebut. Namun, Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, tidak latah.
Lihat semua berita mengenai topik ini »

KOMPAS.com
Wasit Spanyol Pimpin Partai Pembuka Euro 2012
KOMPAS.com
KOMPAS.com - UEFA mengumumkan daftar empat pengadil di lapangan yang akan memimpin empat pertandingan awal Piala Eropa 2012, Rabu (6/6/2012). Pertandingan pembuka di Stadion National Warsawa yang mempertemukan Polandia versus Yunani, Jumat (8/6/2012), ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »
Inilah gambaran nilai bisnis Piala Eropa 2012
Kontan
Mulai Jumat (8/6), jutaan pasang mata di seluruh dunia akan menatap Polandia dan Ukraina, dua negara penyelenggara Piala Eropa 2012 atau biasa disebut Euro 2012. Para penggila bola sudah pasti tak akan melewatan turnamen sepakbola terbesar kedua ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »

Kontan
Turnamen Piala Eropa 2012 Mulai Digelar Hari Jumat
VOA Indonesia
Turnamen Euro 2012 akan mulai digelar hari Jumat, dan menghadirkan angka-angka yang membuktikan reputasinya sebagai salah satu ajang olahraga paling elit di dunia. Tim matador Spanyol, juara Piala Eropa 2008 dan juara Piala Dunia 2010, menjadi favorit ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »
Parade pemain ganteng Piala Eropa 2012
ANTARA
Pada Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 Malouda mendedikasikan dirinya untuk lini bertahan Prancis. Namun, dirinya dicemooh banyak pihak karena dianggap gagal menghasilkan kesempatan memasukkan bola ke gawang lawan. Kini di Piala Eropa 2012, ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »

ANTARA
EURO 2012: Wasekjen Partai Demokrat jagokan Inggris
Bisnis Indonesia
JAKARTA: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa menjagokan The Three Lions alias Inggris sebagai juara Piala Eropa 2012. "Tim favorit saya adalah Inggris. Saya yakin Inggris menjadi juara pada Piala Eropa kali ini," kata Saan di Jakarta ...
Lihat semua berita mengenai topik ini »

Foto Populer Piala Dunia 2014

Bola

Soccer 2012

More Doodles

Arief